Objek Wisata Bahari Batu Alif Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Masa adaptasi kenormalan baru atau new normal mulai dimanfaatkan warga untuk rekreasi. Objek wisata bahari pantai Batu Alif, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) mulai ramai dikunjungi wisatawan.
Ardyanto, pegiat wisata di Bakauheni menyebut objek wisata bahari pengunjung didominasi wisata minat khusus.

Wisata minat khusus yang kerap dilakukan pada spot Batu Alif menurutnya berupa kegiatan memancing, motor trail dan petualangan alam. Ditempuh dengan medan yang cukup sulit pengunjung bisa menggunakan akses lewat Kayu Tabu dan Minang Ruah. Selama masa pandemi Covid-19 objek wisata bahari sempat ditutup selama tiga bulan.
Masa kenormalan baru pada sektor pariwisata diakui Ardyanto mulai dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Sejumlah pemancing dengan teknik memancing di tebing atau rock fishing menjadikan spot Batu Alif lokasi favorit.
Wisata alam tanpa menimbulkan kerumunan membuat pengunjung tidak harus mengenakan masker dan protokol kesehatan.
“Wisatawan yang berkunjung ke pantai Batu Alif mulai ramai dominan merupakan wisatawan lokal sekitar Lampung Selatan untuk kegiatan rekreasi bersama keluarga dan komunitas memancing. Untuk pengunjung asal luar wilayah belum banyak,” terang Ardyanto saat ditemui Cendana News, Minggu (28/6/2020).
Memasuki musim kemarau akses jalan menuju ke objek wisata Batu Alif ia menyebut, memudahkan wisatawan. Pada kondisi musim penghujan Ardyanto menyebut kunjungan ke lokasi tersebut harus menggunakan perahu melalui pantai Minang Ruah.
Kekhasan pantai Batu Alif berpasir putih, batu karang terjal menyerupai huruf Alif, dan pepohonan yang rindang.
Warga asal wilayah Bakauheni yang memanfaatkan akhir pekan memilih melakukan kegiatan bancakan. Bancakan merupakan kegiatan makan bersama dengan membawa bekal makanan dari rumah.

Berbagai lauk yang dipersiapkan meliputi ikan laut, daging ayam yang dibakar di dekat pantai. Kegiatan bancakan jadi cara menikmati rekreasi yang kerap digunakan oleh wisatawan lokal.
“Sebagian wisatawan kerap membawa pancing dan jaring untuk mencari ikan sebagai tambahan untuk dibakar saat bancakan,” cetusnya.
Ardyanto menyebut destinasi wisata pantai Batu Alif jadi spot untuk pecinta hobi fotografi. Sebab perpaduan batu karang warna putih, pasir dan hijaunya pepohonan bisa jadi background foto menarik.
Bagi pecinta kegiatan menyelam atau diving perairan pantai Batu Alif kerap menjadi lokasi menarik. Sebab perairan tersebut memiliki kondisi air yang jernih habitat sejumlah ikan menarik.
Boby, salah satu pehobi memancing mengaku spot Batu Alif jadi pilihan untuk aktivitas rock fishing. Sebab pada lokasi Batu Alif yang menjorok ke laut memiliki potensi untuk mendapatkan ikan air dalam.
Jenis ikan yang kerap diperoleh meliputi giant travelly (GT), mamung, tenggiri dan tongkol. Hasil tangkapan yang melimpah menurutnya kerap dibakar di pantai tersebut.
“Saat proses memancing ada spot yang sulit sehingga sangat disukai wisatawan petualangan,” terang Boby.
Bagi pecinta wisata petualangan Boby menyebut kerap membawa tenda untuk camping. Saat mendapatkan tangkapan dalam jumlah banyak ia memilih menggunakan teknik pengasapan untuk mengawetkan ikan.
Selain mendapatkan hasil tangkapan ia menyebut memancing menjadi kegiatan rekreatif pelepas penat.