BUSKIPM Lakukan Inovasi untuk Berikan Kemudahan dalam Pengujian Mutu Ikan
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA — Balai Uji Standar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Ikan (BUSKIPM) terus berinovasi dalam pelayanan publiknya untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan. Hal tersebut bertujuan untuk menjawab kebutuhan akan pengujian mutu ikan semakin meningkat bersamaan dengan beberapa standarisasi yang harus dipenuhi oleh para pengusaha, baik untuk kepentingan domestik maupun ekspor.
Kepala BUSKIPM Dr.Ir. Woro Nur Endang Sariati menyatakan salah satu kemudahan, yakni sosialisasi tentang pelayanan BUSKIPM diberikan melalui website dan sosial media yang dimiliki BUSKIPM.
“Untuk pelanggan baru, bisa masuk melalui website kita dan membuka akun, jika menginginkan pengujian mutu pada produk ikannya. Dalam website juga ada PIC yang bisa dihubungi,” kata Woro saat acara peringatan Hari Pelayanan Publik Internasional di kantor BUSKIPM, Cipayung Jakarta Timur, Selasa (23/6/2020).
Bagi pelanggan baru, menurutnya, untuk pertama kali biasanya memang harus datang ke kantor BUSKIPM untuk mendapatkan penjelasan terkait pelayanan apa saja yang bisa diperolehnya.
“Dalam masa New Normal, yang masih mengharuskan pembatasan sosial dan penerapan protokol kesehatan, kami sudah mempersiapkan layanan publik yang sesuai regulasi. Sehingga pelanggan tidak perlu ragu untuk datang,” ujarnya.
Selain itu, ada layanan on Call, yang merupakan layanan jemput bola dari BUSKIPM, bagi pelanggan baru yang membutuhkan informasi atau pelanggan lama yang membutuhkan pengambilan sampel.
“Di BUSKIPM ini, kami menyediakan 10 kompetensi pengujian, antara lain untuk virus, parasit, jamur, bakteri, maupun biotoksin. Untuk pengujian sequencing, BUSKIPM merupakan laboratorium pertama dalam KKP yang memiliki pengujian ini,” ucapnya.
Ia menyebutkan BUSKIPM merupakan Balai Uji Standar, dimana semua metoda pengujian UPT baik untuk ekspor maupun domestik bersumber dari Pengujian Validasi BUSKIPM.
“Demikian juga untuk pengontrolannya dengan menggunakan ring test proficiency, dilakukan setiap tahun sekali. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap laboratorium melakukan sesuai dengan standar yang ada,” kata Woro selanjutnya.
Selama masa New Normal ini, Woro menyebutkan ada beberapa inovasi yang dilakukan oleh BUSKIPM dalam rangka meminimalisasi kontak antara pelanggan dan petugas pelayanan publik.
“Salah satunya adalah pelayanan drive-thru, yang disusun agar pemberian sampel dilakukan dengan minimal kontak dan penerimaan sampel dilakukan dengan melakukan disinfektansi kemasan sampel. Lalu kemasan tersebut akan dimasukkan ke box khusus untuk kemudian dibawa masuk ke dalam tempat pengujian,” paparnya.
Untuk pemberlakuan digital tracing selama proses pengujian, Woro menyebutkan sebenarnya hal ini sudah diberlakukan oleh BUSKIPM sebelum masa pandemi ini terjadi.
“Jadi kami tinggal melanjutkan apa yang sudah dilakukan. Hanya tinggal menambahkan regulasi agar memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” tandasnya.
Kepala Pusat Pengendalian Mutu Widodo Sumiyanto menyebutkan para peneliti di laboratorium BUSKIPM sudah terbiasa dengan menggunakan masker maupun sarung tangan.
“Termasuk juga kebiasaan untuk mencuci tangan. Hanya tinggal menambahkan penjagaan jarak saja,” kata Widodo dalam kesempatan yang sama.
Dalam program WFH lalu, Widodo menyebutkan para peneliti BUSKIPM tidak bisa melakukan WFH. Karena apa yang dilakukan analis dalam laboratorium tidak bisa dilakukan jika di luar laboratorium.
“Untuk pekerja BUSKIPM yang termasuk kelompok rentan, bisa melakukan WFH selama pekerjaannya bisa diambil alih oleh rekan setim-nya,” ujarnya.
Widodo meminta kepada BUSKIPM untuk terus mensosialisasikan terkait uji mutu ikan, walaupun sudah diakui oleh internasional sebagai otoritas yang kompeten.
“Tetap lanjutkan kinerja. Karena ini bukan tentang rating tapi bagaimana pelanggan merasa dimudahkan sesuai dengan SOP dan regulasi yang ada. Tapi bukan dimudah-mudahkan. Masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari kinerja BUSKIPM dan produk Indonesia diterima oleh internasional,” pungkasnya.