Adaptasi ‘New Normal’ Pariwisata Dukung Operasional Toko Oleh-oleh

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Adaptasi tatanan kenormalan baru atau new normal sektor pariwisata mulai diberlakukan di wilayah Lampung. Pembukaan sejumlah objek wisata alam mendukung operasional toko oleh-oleh.

Yanti, pemilik toko keripik Lampung menyebut ia mulai membuka toko sepekan lalu semenjak adaptasi new normal diberlakukan.

Pembukaan objek wisata alam secara bertahap dengan protokol kesehatan berdampak positif bagi sektor pendukung. Bekerjasama dengan sejumlah biro travel perjalanan wisata, Yanti menyebut wisatawan mulai berkunjung ke sejumlah objek wisata bahari.

Usai melakukan perjalanan agen travel kerap akan mengantar wisawatan ke pusat oleh-oleh untuk berbelanja.

Pusat oleh-oleh di Jalan Pagar Alam, Gang PU, Kedaton, Bandar Lampung tersebut mengandalkan sektor pariwisata.

Saat masa pandemi Covid-19 selama tiga bulan dengan ditutupnya sejumlah objek wisata membuat toko oleh-oleh ikut tutup. Langkah pemerintah membuka objek wisata membantu mata rantai sektor ekonomi pendukung.

“Meski sejumlah destinasi wisata telah dibuka untuk umum namun kunjungan wisatawan dari luar wilayah belum signifikan tapi sebagian tetap mampir di toko oleh-oleh sehingga produk kuliner yang kami pasarkan terjual,” terang Yanti saat ditemui Cendana News, Minggu (28/6/2020).

Yanti menyebut sebagian produk kuliner yang kedaluwarsa terpaksa dikembalikan (return) ke produsen. Sebab selama tiga bulan toko miliknya tidak beroperasi sebagian makanan dalam kemasan mengalami kedaluwarsa. Pengecekan mutu makanan oleh-oleh yang dijual menjadi prioritas baginya agar konsumen tidak kecewa.

Sejumlah agen perjalanan pariwisata menurut Yanti menjadikan toko oleh-olehnya sebagai rest area. Pada tahun sebelumnya kunjungan wisatawan ke wilayah Lampung rata-rata ratusan orang per bulan. Sebab sebagian agen perjalanan wisata yang menggunakan bus selalu berhenti di pusat oleh-oleh miliknya.

“Kerjasama dengan agen perjalanan sempat terganggu karena Covid-19 namun dengan adaptasi new normal sangat membantu pelaku usaha pendukung pariwisata,” terang Yanti.

Pemilik usaha penjualan oleh-oleh lain bernama Joni menyebut dibukanya sektor pariwisata berdampak positif.

Joni, pedagang buah sebagai oleh-oleh hasil perkebunan di Lampung menyebut wisatawan yang berkunjung kerap membeli oleh-oleh yang dijualnya. Oleh-oleh yang dijual meliputi pisang, pepaya, buah naga dan sejumlah buah segar.

Joni, salah satu pedagang buah oleh-oleh di Jalan Pagar Alam, Bandar Lampung kembali beroperasi, Minggu (28/6/2020) – Foto: Henk Widi

Lokasi berdagang yang ada di jalan menuju ke objek wisata membuat usaha miliknya kembali beroperasi. Sebelumnya ia hanya melayani konsumen lokal pemilik usaha kuliner gorengan. Namun dengan dibukanya objek wisata alam selama masa adaptasi new normal ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kunjungan wisatawan yang sepi selama Covid-19 ikut merugikan kami para pelaku usaha di sepanjang jalur wisata,” terang Joni.

Suratman, penjaga di tempat rekreasi bendungan dan jembatan Kali Akar, Sumur Putri menyebut tempat tersebut mulai banyak dikunjungi wisatawan.

Tempat rekreasi alam yang murah meriah di Kecamatan Teluk Betung Selatan itu jadi pilihan warga saat akhir pekan. Selain bendungan dan jembatan yang menarik di lokasi tersebut tersedia tempat pemandian air panas.

“Pengunjung mulai ramai untuk rekreasi menikmati suasana di jembatan merah kali akar, bersantai untuk memancing,” terangnya.

Suratman, penjaga tempat rekreasi jembatan kali akar, Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung yang mulai banyak dikunjungi wisatawan selama masa adaptasi new normal, Minggu (28/6/2020) – Foto: Henk Widi

Sebagai objek wisata tirta aliran sungai Sumur Putri lokasi tersebut cukup strategis. Pengunjung masih didominasi oleh warga lokal di wilayah Bandar Lampung untuk mengusir kebosanan.

Lokasi yang berada di dekat jalan membuat akses mudah dicapai. Tempat rekreasi yang dibuka untuk umum tersebut memberi dampak bagi usaha kuliner di sekitarnya.

Lihat juga...