Solok Selatan Masih Bebas dari Covid-19
Editor: Koko Triarko
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memutuskan untuk melakukan metode pool testing di lima daerah yang belum ditemukan adanya kasus positif Covid-19, untuk mengetahui kepastian aman atau tidaknya daerah tersebut dari Covid-19.
Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengatakan hingga sore ini telah ada 203 kasus positif Covid-19 di daerahnya. Hal ini menunjukkan, harus ada langkah cepat dalam penanganan, salah satunya dengan metode pool testing.
Menurutnya, dengan cara tersebut, Pemprov Sumatra Barat akan dapat memetakan daerah-daerah mana saja yang dinilai benar-benar aman atau masih di zona hijau Covid-19. Sehingga dalam mengambil kebijakan, bisa menjadi semacam pengecualian.
Lima daerah yang akan dilakukan pool test adalah Kota Solok, kabupaten Limapuluh Kota, Sijunjung, Sawahlunto, dan Solok Selatan. Pool test akan dipimpin langsung oleh Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand.
“Jadi caranya, diambil dengan cara random lewat 100 spesimen dari warga yang berstatus orang tanpa gejala (OTG), dan orang dalam pemantauan (ODP),” katanya, Senin (4/5/2020).
Ia menjelaskan dari hasil yang didapatkan, ternyata daerah Kabupaten Solok Selatan merupakan wilayah yang paling aman saat ini. Untuk daerah yang aman, akan ada perlakuan khusus, yakni ada kelonggaran terhadap penerapan kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah.
“Walau sudah aman, Solok Selatan masih tetap dalam status Pembatasan Sosial Berskala Besar, bersama daerah Sumatra Barat lainnya, tapi ada kelonggaran,” ujarnya.
Kendati di Solok Selatan dinilai aman, mengingat daerah tersebut berada di kawasan perlintasan banyak orang, sehingga dikhawatirkan belum sepenuhnya aman. Intinya, perlu juga untuk tetap jaga jarak saat melakukan aktivitas di luar rumah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman, mengatakan, sebelumnya Pemkab Solok Selatan telah mengirim 109 orang dari berbagai tempat di daerah setempat, ke Laboratorium Dioagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, untuk dilakukan pool testing.
“Sampel yang kita kirim itu benar merupakan ODP, OTG. Dan, mereka sebagian dari Pelaku Perjalanan dari daerah Terdampak (PPT), serta para tenaga medis. Ternyata hasilnya negatif, tentunya kita senang,” sebutnya.
Menurutnya, dalam melakukan pengambilan sampel tersebut sesuai dengan dengan surat yang dikirimkan oleh Gubernur Sumatra Barat, untuk dilakukan uji swab secara lebih banyak. Ini sebagai antisipasi bagi daerah yang masih tergolong zona hijau.