Mirip Melinjo, Kacang Amazon Memiliki Kandungan Seperti Kurma

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Seorang warga Dusun Rajeglor, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, Wijana Anuraga (51) berhasil membudidayakan tanaman buah, Kacang Amazon atau biasa disebut Peanut Butter Fruid. Tanaman bernama latin Bunchosia Argentea ini termasuk salah satu tanaman yang masih langka di Indonesia.

Berasal dari Amerika Selatan, Kacang Amazon ternyata memiliki khasiat atau manfaat yang luar biasa. Selain daging buahnya memiliki kandungan glukosa yang tinggi, bijinya juga mengandung protein nabati serta nutrisi dan vitamin yang sangat baik bagi tubuh. Tak heran tanaman ini sering disebut sebagai tanaman survival grade pertama.

Kacang Amazon termasuk salah satu tanaman langka di Indonesia, Senin (18/5/2020) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Daging buahnya manis dan legit, mirip seperti kurma atau mentega dengan kandungan gula alami sangat tinggi. Sehingga bagus untuk memulihkan energi. Sementara bijinya memiliki rasa dan kandungan nutrisi seperti halnya kacang mete. Bahkan daunnya juga bisa dimasak dan baik untuk kesehatan tubuh,” ujarnya, Senin (18/5/2020).

Berasal dari daerah hutan hujan tropis Amazon, Kacang Amazon ternyata sangat cocok ditanam dengan iklim di Indonesia. Jika dilihat sepintas,

Kacang Amazon ini mirip seperti Melinjo, tanaman asli Indonesia yang biasa dibuat emping. Bentuknya bulat lonjong. Dimana saat muda warna buahnya hijau, lalu berubah kekuningan, oranye dan menjadi merah terang saat matang.

“Saat masih berwarna oranye, rasa buahnya mirip seperti wortel. Sementara saat matang dan berwarna merah, rasanya semakin legit dan manis seperti layaknya kurma,” katanya.

Bentuk daun pohon Kacang Amazon ini oval dengan warna hijau cerah. Tulang daun berbentuk menyirip dengan sisi daun bergelombang. Batangnya besar dan memiliki banyak cabang. Di alam tanaman ini konon bisa tumbuh hingga setinggi 4 meter.

“Karena iklimnya cocok, tanaman ini sangat mudah dibudidayakan. Bisa distek, dicangkok ataupun lewat bijinya. Umur 2-3 tiga tahun, saat masih setinggi 2 meter sudah bisa berbuah. Selain itu tanaman ini juga tidak mengenal musim, sehingga bisa berbuah sepanjang tahun. Satu pohon bisa menghasilkan 2-3 kilo tergantung ukuran pohon,” katanya.

Menurut Wijana, dengan berbagai keunggulannya, tanaman Kacang Amazon ini sebenarnya bisa menjadi alternatif bahan makanan pengganti kurma maupun kacang mete. Pasalnya tanaman ini memiliki kandungan manfaat yang tak kalah dibanding tanaman lainnya, serta sangat mudah dibudidayakan di Indonesia.

“Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini. Tanaman ini sangat cocok ditanam karena bisa untuk survival jika tidak ada bahan makanan lain. Di pasaran harga bibit maupun kacangnya juga masih mahal,” ungkapnya.

Membudidayakan sejak 2009 lalu, Wijana mengaku sudah biasa menjual bibit Kacang Amazon yang ia hasilkan ke sejumlah daerah secara online. Satu bibit ukuran sedang setinggi 1 meter biasa ia jual dengan harga hingga Rp50-150 ribu tergantung ukuran batang dan usia tanaman.

Lihat juga...