Kasus Positif COVID-19 di Palembang Tembus 100 Kasus
PALEMBANG – Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan, kasus positif COVID-19 di Kota Palembang telah menembus angka 100 kasus.
Tepatnya, sudah ada 105 orang yang terinfeksi sejak kasus pertama diumumkan terjadi di wilayah tersebut pada 24 Maret silam. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel, Yusri mengatakan, meski demikian masyarakat tidak perlu khawatir.
Tambahan kasus yang muncul setiap hari merupakan hasil pelacakan cepat tim Gugus Tugas terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan kasus positif. “Menemukan kasus positif sebanyak mungkin adalah pilihan terbaik saat ini, sebab jika orang-orang yang kemungkinan membawa virus COVID-19 itu tidak pernah terlacak maka fatal akibatnya,” tandasnya, Minggu (3/5/2020).
Menurutnya, dari 15 kasus tambahan postitif di Kota Palembang, Minggu (3/5/2020), yang berstatus penularan lokal ada 10 orang. Sementara yang berstatus impor ada lima orang. Kasus infeksi didominasi perempuan.
Dari penularan lokal, kasus 162 (perempuan 28 tahun), kasus 164 (perempuan 41 tahun), kasus 169 (perempuan 21 tahun), kasus 170 (perempuan 35 tahun), kasus 171 (perempuan 34 tahun), kasus 172 (laki-laki 48 tahun), kasus 175 (perempuan ), kasus 183 (perempuan 53 tahun), kasus 184 (perempuan 26 tahun) dan kasus 185 (laki-laki 27 tahun).
Sedangkan kasus dengan penularan impor, adalah kasus 157 (perempuan 30 tahun), kasus 179 (laki-laki 35 tahun), kasus 180 (laki-laki 35 tahun), kasus 181 (laki-laki 45 tahun), kasus 182 (laki-laki 45 tahun). Selain kasus positif, untuk pasien sembuh di Palembang juga bertambah lima orang. Pasien yang dinyatakan sembuh adalah, kasus 83, 84, 85, 86 dan 89. Total kasus sembuh saat ini sudah mencapai 26 orang.
Sementara kasus meninggal tidak ada tambahan, atau masih tercatat dua orang dari Palembang. Sehingga saat ini terdapat 77 kasus COVID-19 aktif, dalam penanganan baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri. “Kami minta masyarakat yang merasa punya gejala agar tidak takut cek ke puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya supaya bisa cepat diketahui terinfeksi atau tidak dan agar tidak menyebar ke mana-mana,” katanya.
Ia juga mengimbau, masyarakat tetap berada di rumah jika tidak terdesak. Hal itu mengingat grafik COVID-19 di Sumsel sedang berada pada fase naik, maka mobilitas dan kegiatan luar ruangan perlu untuk dikurangi. Sehingga upaya pelacakan kontak tetap bisa terkendali. “Temuan 105 kasus di Kota Palembang yang telah menjadi zona merah tersebut terdiri dari 55 persen dari total kasus di Sumsel, terhitung per-3 Mei 2020 mencapai 185 kasus,” tandas Yusri. (Ant)