Sidoarjo Siapkan 21 Titik Check Point PSBB
SIDOARJO – Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menyiapkan sebanyak 21 titik check point, menjelang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Sidoarjo, Kompol Eko Iskandar, usai mengikuti pertemuan teknis di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/4/2020) mengatakan, ke-21 titik tersebut nantinya berisi petugas gabungan. “Ada yang dari polisi lalu lintas, TNI, Dishub, dan juga dari Dinas Kesehatan,” katanya.
Sebanyak 21 titik tersebut di antaranya adalah, Waru, Tarik, Pondok Candra, dan juga Taman. “Ada dua model titik, yakni di luar yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya dan juga yang ada di dalam Kota Sidoarjo,” jelasnya.
Sedangkan untuk check point yang ada di dalam kota, di antaranya berada di pertigaan Maspion, Gedangan, Taman Pinang, dan beberapa lokasi lainnya. “Nantinya check point tersebut untuk melakukan beberapa kegiatan, seperti pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan masker dan juga pemantauan pengendara yang melintas,” kata dia.
Kompol Eko mengatakan, untuk pengendara sepeda motor juga dilarang berboncengan. Dan untuk mobil hanya bisa diisi 50 persen dari kapasitas mobil. “Untuk ojek dalam jaringan bisa melayani pesanan antarbarang dan tidak mengangkut orang,” tambahnya.
Sementara itu dilaporkan, pada Rabu (22/4/2020), sebanyak enam orang dilaporkan positif terinfeksi COVID-19. Sehingga jumlah total pasien positif menjadi 66 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman mengatakan, pasien positif itu berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. “Di antaranya dari Kecamatan Sidoarjo, Buduran, Gedangan, Taman, Sukodono dan Waru,” rincinya.
Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami peningkatan satu orang. “Untuk pasien PDP mengalami peningkatan satu orang, berasal dari Kecamatan Sidoarjo sehingga jumlah total yang PDP sebanyak 144 orang, dimana 21 orang di antaranya dinyatakan sembuh,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas COVID-19 Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan, telah membagikan seribu masker kepada masyarakat. “Total ada 1,5 juta masker yang akan dibagikan Pemkab Sidoarjo kepada pedagang dan warga,” tandasnya.
Dalam waktu dekat, jika sudah diberlakukan PSBB, maka pedagang yang tidak menggunakan masker bisa di sanksi dengan penutupan. Wabup Sidoarjo tersebut mengatakan, tingkat penyebaran COVID-19 di Sidoarjo sudah tinggi, nilai Sidoarjo sudah 10,2 padahal nilai 8 saja sudah bisa diterapkan PSBB. “Maka jika diteruskan akan jadi malapetaka, maka tidak ada pilihan lain, Sidoarjo akan diberlakukan PSBB dalam rangka memutus mata rantai penyebaran pandemi COVID-19,” pungkasnya. (Ant)