Disnakertrans Sikka Layani Pendaftar Kartu Prakerja
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Pemerintah telah membuka pendaftaran kartu prakerja tahap pertama bagi warga masyarakat yang berusia di atas 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.
Pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui situs prakerja dengan membuat akun terlebih dahulu namun para pencari kerja juga bisa datang ke kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dibantu prosesnya.
“Kami telah membuka pendaftaran sejak tanggal 11 April lalu hingga hari ini penutupan pendaftaran tahap pertama,” kata Germanus Goleng, kepala Disnakertrans Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Kamis (16/4/2020).

Germanus menjelaskan, para pencari kerja yang datang akan diberikan panduan untuk melakukan pendaftaran mandiri secara online dan pihaknya pun menyediakan televisi untuk menayangkan tata cara pendaftaran.
Disnakertrans Sikka jelas dia, menyediakan seorang staf yang memberikan penjelasan kepada para pekerja yang mengurus kartu prakerja sehingga bisa langsung mendaftar menggunakan jaringan wifi gratis di kantor ini.
“Kami siapkan seorang staf yang memandu sehingga mereka yang datang ke kantor Disnakertrans dan mau mendaftar bisa langsung mendapatkan penjelasan detil. Ada juga panduan pendaftaran yang ditampilkan di layar televisi,” jelasnya.
Germanus mengaku sudah banyak peserta yang mendaftar namun dirinya tidak bisa memberikan angka pasti karena pendaftaran dilakukan secara perorangan lewat online . Namun dalam sehari puluhan orang datang ke kantor Disnakertrans Sikka.
Para penerima kartu prakerja kata dia, mengikuti tes secara online meliputi tes kemampuan dasar dan motivasi selama 15 menit yang hasilnya diumumkan besok, Jumat (17/4/2020).
“Akan ada 160 ribu kuota dimana dibuka dalam tiga tahap hingga bulan November 2020. Peserta yang tidak lulus gelombang sebelumnya bisa mendaftar dan ikut gelombang selanjutnya,” tuturnya.
Hingga akhir tahun 2020 terdapat 30 gelombang dimana pemerintah pusat kata Germanus, menyediakan anggaran sebesar Rp.20 triliun. Setiap peserta akan mengikuti pelatihan secara online yang disampaikan kepada penerima kartu prakerja melalui email atau pesan pendek (SMS).
Kartu prakerja ini bukan berbentuk fisik sebut dia, melainkan sebuah kode unik 16 angka yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran pelatihan dimana pemilihan program pelatihan melalui platform digital resmi program Kartu Prakerja.
“Setiap peserta akan mendapatkan total dana senilai Rp.3,5 juta yang berupa bantuan biaya pelatihan Rp.1 juta untuk membeli aneka pelatihan di platform digital mitra,” jelasnya.
Selain itu tambah Germanus, ada insentif tunai yang akan ditransfer ke rekening bank milik peserta dimana usai penuntasan pelatihan pertama akan mendapatkan dana Rp.600 ribu per bulan selama 4 bulan.
Selain itu lanjutnya, peserta program juga akan disuruh mengisi survei evaluasi sebanyak 3 kali dan setiap survei akan mendapatkan dana Rp.50 ribu sehingga total dana yang diperoleh untuk survei sebanyak Rp.150 ribu.
“Peserta juga akan mendapatkan pelatihan lanjutan apabila sudah menuntaskan pelatihan yang pertama. Apabila dalam waktu 30 hari sejak ditetapkan sebagai penerima, peserta belum menggunakan Kartu Prakerja untuk pelatihan pertama, maka dianggap gugur,” ungkapnya.
Ismi, seorang pendaftar mengaku, mendapatkan informasi lewat media sosial sehingga mendatangi kantor Disnakertrans guna mendapatkan informasi dan dipandu cara mendaftar sebagai penerima kartu prakerja.
Dirinya mengaku baru tamat dari IKIP Malang Jawa Timur jurusan Matematika dan belum memperoleh pekerjaan sehingga tertarik untuk mengikuti program ini agar bisa mendapatkan kerja.
“Saya belum pernah kerja sehingga saat mendapat informasi ini langsung saja saya datang ke kantor Disnakertrans Sikka agar bisa daftar dan memperoleh kartu prakerja,” ungkapnya.