Perayaan Pra-Paskah di Prancis Timur Menjadi Sarang Corona
PARIS – Otoritas Prancis meminta, mereka yang hadir dalam perayaan Pra-Paskah di Prancis timur bulan lalu, membatasi kontak sosial. Permintaan itu dilakukan, setelah temuan adanya 10 infeksi baru virus corona, yang terkonfirmasi terlacak sampai di acara tersebut.
Christophe Lannelongue, Kepala Dinas Kesehatan Prancis Timur memperkirakan, masih lebih banyak kasus COVID-19 terkonfirmasi muncul di kawasan itu, menyusul penemuan 10 kasus di dua keluarga, yang semuanya terkait dengan kebaktian gereja yang diikuti oleh 2.000 peserta tersebut.
“Rantai kontaminasi jelas bermula dari pertemuan Minggu Pra-Paskah ‘Porte Ouverte Chretienne’. Kami memperkirakan kasus lainnya dalam beberapa jam mendatang,” kata Lannelongue, Rabu (4/3/2020).
Pejabat kesehatan disebutnya, sedang berupaya melacak seluruh orang yang menghadiri perayaan tersebut. Namun, kepala daerah setempat Laurent Touvet mengatakan, hal itu akan sulit dilakukan sebab acara itu bersifat terbuka untuk umum, dan tidak memiliki daftar hadir.
Lannelongue meminta, mereka yang menghadiri acara tersebut untuk mengarantina diri, dan melaporkan kepada otoritas medis jika menunjukkan gejala infeksi virus corona. Otoritas wilayah itu juga menutup dua sekolah, tempat anak dari keluarga terinfeksi mengikuti pelajaran, dan satu sekolah lagi yang berdekatan dengan gereja injili, tempat infeksi berasal. (Ant)