Pemberkatan Rumah Sambut Hari Paskah di Lamsel

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Gereja Katolik di Lampung Selatan, terus melestarikan sejumlah tradisi untuk menyambut masa Paskah. Selama 40 hari sebelum Paskah atau dikenal dengan masa Prapaskah, diisi dengan masa pantang dan puasa, sarana untuk pertobatan. Kegiatan menyucikan hati, tindakan selama Prapaskah diiringi juga dengan tradisi pemberkatan rumah.

Pastor Bernardus Hariyanto Silaban,Pr, selaku wakil pastor Paroki Unit Pastoral Bakauheni, menyebut pemberkatan rumah memiliki makna Teologis. Sesuai makna Paskah diambil dari kata ‘Pehsamachchet’ yang diartikan “dan Aku akan melewatkan”. Peristiwa tersebut dikisahkan dalam Alkitab pada kitab Keluaran 12:12-14. Pada kisah itu, setiap rumah yang ditandai dengan darah dilewatkan dari kematian anak sulung.

Pesach atau Paskah yang dirayakan setiap tanggal 14 bulan Nisan pada penanggalan Ibrani, akan dirayakan setiap bulan Maret atau April pada penanggalan Gregorian bagi umat Katolik.

Kristina (kiri), salah satu petugas liturgi menuangkan air suci yang telah diberkati untuk dibawa oleh umat Katolik yang rumahnya akan diberkati, Minggu (8/3/2020). -Foto: Henk Widi

Mengikuti tradisi Alkitab tersebut, umat Katolik melalui gereja melakukan pemberkatan rumah. Pemercikan air suci sebagai simbol membersihkan isi rumah dan keluarga yang mendiaminya.

“Makna kematian dalam Alkitab direnungkan sebagai kejatuhan dalam dosa. Selama Prapaskah, pemberkatan rumah mengajak umat menghindari dosa dengan langkah nyata pantang dan puasa untuk menyambut Paskah,” terang Pastor Bernardus Hariyanto Silaban, Pr., saat ditemui Cendana News, Minggu (8/3/2020).

Pemberkatan rumah di Unit Pastoral Bakauheni, menurutnya akan dilakukan pada ratusan rumah. Di wilayah tersebut, ada sejumlah stasi meliputi Bakauheni, Pasuruan, Sukabakti, Palas Jaya, Kalianda,Tridharmayoga dan Sumberagung. Prosesi pemberkatan dilakukan usai Ekaristi di gereja stasi setiap Jumat dan Minggu.

Prosesi pemberkatan rumah diawali dengan pemberkatan air suci di gereja. Air suci yang diberkati merupakan campuran antara air dan garam. Setelah didoakan, air suci yang dituang dalam gentong atau bejana tanah liat akan dipindah ke jerigen. Sejumlah umat yang tinggal jauh dari gereja akan membawa air dalam tumbler untuk dibawa pulang ke rumah masing masing.

“Pastor akan berkeliling ke sejumlah rumah, berdoa bersama dengan pemilik rumah dan memberkati sejumlah ruangan,” tutur pastor Bernardus.

Sejumlah ruangan yang diberkati pada sejumlah rumah meliputi ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur hingga sumur sebagai sumber air.

Pemberkatan rumah sekaligus memiliki makna Allah mengunjungi setiap keluarga jelang Prapaskah. Pemercikan air suci pada sejumlah ruangan menjadi sarana untuk menyucikan semua barang, dan mengajak umat untuk lebih tekun beribadah.

Melalui pemberkatan rumah, gereja mengajak umat Katolik untuk mempersiapkan Paskah. Sejumlah laku askese akan dilakukan oleh anggota keluarga dengan jalan salib, berdoa dan berderma. Prosesi pemberkatan rumah yang rata-rata membutuhkan waktu 5 menit dilakukan bertahap. Sebab, proses pemberkatan dilakukan secara berurutan.

“Dalam satu stasi, pemberkatan rumah bisa dilakukan selama beberapa hari, karena dilakukan bertahap,” ungkap pastor Bernardus.

Yohanes Widodo, ketua stasi Santo Petrus dan Paulus, menyebut tradisi pemberkatan rumah dipertahankan gereja. Pada situasi normal pemberkatan rumah kerap diajukan oleh pemilik rumah yang selesai membangun rumah.

Sejumlah keluarga yang memiliki rumah baru akan mengundang pastor untuk melakukan pemberkatan rumah. Namun karena berbagai kendala, tidak semua rumah bisa diberkati.

“Pada masa Prapaskah, gereja Katolik memberi kesempatan setiap keluarga untuk rumahnya diberkati,” papar Yohanes Widodo.

Usai liturgi Ekaristi di gereja Santo Petrus dan Paulus, proses pemberkatan air suci dilakukan. Sebanyak 80 kepala keluarga atau sebanyak 80 rumah di stasi Santo Petrus dan Paulus diberkati. Rumah pada kring atau lingkungan yang ada di wilayah itu meliputi Santo Yohanes, Santa Maria Santo Yosef diberkati bertahap, karena sejumlah rumah terletak pada lokasi yang berjauhan.

Yohanes Widodo menyebut, tradisi pemberkatan rumah akan diselesaikan sebelum Paskah. Sesuai kalender liturgi pada tahun ini hari raya Paskah akan jatuh pada Minggu 12 April 2020. Prosesi pemberkatan rumah akan dilanjutkan dengan kegiatan pengakuan dosa bagi umat Katolik, agar bisa menyambut Paskah dengan hati yang bersih.

“Dalam Alkitab, tentunya telah dikisahkan Paskah artinya diselamatkan dan perjanjian baru bermakna pengorbanan Kristus,” tegasnya.

Usoli, salah satu umat di kring Santo Yusuf, mengaku rumah miliknya telah diberkati usai dibangun. Namun saat masa Prapaskah, pemberkatan rumah dilakukan kembali. Melalui pemberkatan rumah tersebut, setiap umat Katolik bisa diajak mempersiapkan Paskah. Sebab, makna Paskah tidak hanya persiapan lahiriah, namun juga persiapan rohaniah.

Lihat juga...