Corona Merajalela, Kunjungan ke Situ Rawa Gede Masih Normal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Meski di tengah isu virus Corona yang terus meningkat, sepertinya tidak mempengaruhi warga untuk tetap keluar rumah  berkunjung ke sejumlah tempat wisata di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.

Hal tersebut terlihat di Situ Rawa Gede, Bojongmenteng, Rawa Limbu. Ratusan warga secara silih berganti mengunjungi tempat tersebut untuk menikmati panorama alam dengan menaiki fasilitas perahu atau pun bersantai di gubuk yang disediakan.

“Masih ramai, seperti biasanya bahkan sepertinya lebih banyak. Meskipun ada isu Corona dan pemerintah Kota Bekasi sudah menetapkan libur juga agar mengurangi berkumpul di tempat umum,” ungkap Krisdayadi, Ketua KPPL (Kelompok Pemuda Peduli Lingkungan) Situ Rawa Gede, kepada Cendana News, Minggu (15/3/2020).

Krisyadi, Ketua KPPL Situ Rawa Gede Bojongmenteng, Rawalumbu, mengakui kunjungan di tengah isu Corona maish stabil, Minggu (15/3/2020) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakannya bahwa setelah banjir, awal tahun lalu Situ Rawa Gede memang sempat ditutup untuk pengunjung hingga beberapa waktu. Tetapi, kondisi itu tidak lama, secara bergotong royong pemuda langsung melakukan perbaikan secara mandiri.

Akibat banjir tersebut sebut Krisyadi, terjadi kerusakan mencapai 75 persen, terutama untuk fasilitas hidroponik rusak total bersama fasilitas lainnya.

“Alhamdulillah sekarang, sudah 40 persen diperbaiki, meskipun belum semua tapi perahu dan fasilitas penunjang lainnya sudah bagus. Itu berkat gotong royong pemuda setempat secara mandiri,” tukasnya.

Minat kunjungan di Situ Rawa Gede di tengah isu virus Corona juga diakui Andri, pengurus lainnya. Dia mengatakan, kunjungan setiap libur tetap stabil, bahkan hari ini Minggu (15/3/2020) kunjungan malah lebih ramai padahal isu Corona merebak.

KPPL hari ini membagi-bagikan bibit tanaman bunga hias korokot dan marigot sebanyak 300 pot kepada pengunjung yang juga terkait dengan HUT ke-23 Kota Bekasi.

“Saya pun tanya kepada pengunjung apa tidak khawatir dengan Corona, tapi dijawab santai yang penting hidup bersih seperti cuci makan sebelum makan dan lainnya,” ungkap Andri mengaku iseng bertanya saat di atas perahu keliling Situ.

Andri lebih lanjut menegaskan, bahwa kerusakan akibat terpaan banjir memasuki awal tahun 2020 murni diperbaiki secara swadaya pemuda dan warga tempatan, tanpa ada bantuan dari pemerintah daerah.

“Maka saya sering sindir di media sosial. Ketika lagi bagus, banyak  yang datang mengapresiasi dan mengakui. Tapi saat terjadi kerusakan seperti kemarin, mereka ke mana. Sampai sekarang tidak ada satu pun yang melihat ke sini,” ungkap Andri.

Padahal jelasnya, kerusakan akibat banjir lalu, ditaksir mencapai Rp100 jutaan. Fasilitas pembiayaan  diambil dari swadaya masyarakat, baik kunjungan atau pun saat pengajian di lingkungan sekitar yang digalang pemuda secara rutin. Dilakukan secara perlahan dan rusak begitu saja akibat banjir.

“Sampai sekarang Pemkot Bekasi hanya janji, untuk memperbaiki Situ Rawa Gede. Tapi hingga kini belum ada kejelasan apa pun, masih terseok-seok pemuda mencari dana untuk menambah fasilitas Situ Rawa Gede,” ucap Andri.

Lihat juga...