Bulog NTT Kirim Beras Fortifikasi ke Alor

KUPANG – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengirim tiga ton beras fortifikasi Kabupaten Alor untuk dikonsumsi masyarakat, guna mengatasi kekerdilan (stunting) pada anak-anak di daerah itu.

“Kami sudah kirim lagi tiga ton beras fortifikasi ke Kalabahi, Kabupaten Alor, karena permintaan mereka cukup tinggi untuk upaya penanganan masalah stunting di daerah itu,” kata Kepala Perum Bulog Kanwil NTT, Taufan Akib, kepada wartawan di Kupang, Sabtu (7/3/2020).

Dia mengatakan, sebelumnya Bulog NTT juga sudah mengirim satu ton beras fortifikasi ke Alor, namun sudah laku terjual sehingga ditambahkan lagi sebanyak tiga ton.

Taufan menjelaskan, beras fortifikasi merupakan produk inovasi dari Bulog untuk membantu pemerintah di daerah-daerah dalam upaya penanganan masalah kekerdilan pada anak.

Beras ini mengandung berbagai zat yang berguna bagi tubuh manusia di antaranya vitamin A, B, B1, B3, B6, B9, B12, zat besi, dan zink.

Taufan mengatakan, saat ini persediaan beras fortifikasi yang dikantongi pihaknya mencapai sekitar 17 ton, dan akan ditambahkan lagi sesuai permintaan pasar.

Selain untuk dikirim ke daerah-daerah yang meminta, lanjut dia, beras ini juga dipasarkan melalui kegiatan pasar murah dengan harga Rp18.000 per kilogram.

“Kalau permintaan tinggi, kami juga akan tambah stok lagi dari pusat produksinya di Bulog Jawa Barat yang memiliki teknologi produksinya,” kata Taufan.

Taufan mengakui, kehadiran beras fortifikasi ini belum terlalu familiar di berbagai lapisan masyarakat di provinsi berbasiskan kepulauan ini.

Untuk itu, lanjut dia, selain melakukan penyaluran, pihaknya juga terus menyosialisasikan kepada masyarakat melalui kegiatan pasar murah maupun berbagai kesempatan lain.

“Prinsipnya beras fortifikasi ini dihadirkan untuk membantu pemerintah termasuk di NTT, sesuai dengan program gubernur untuk memerangi persoalan stunting di daerah ini,” katanya. (Ant)

Lihat juga...