Bisnis Katering Hingga Warung Makan di Banyumas Lesu

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

BANYUMAS — Merebaknya virus corona membuat bisnis katering lesu. Banyak pemesanan yang dibatalkan, terutama untuk pesta pernikahan.

Salah satu pelaku bisnis katering di Banyumas, Heru Bharata, Selasa (24/3/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Salah satu pelaku bisnis katering di Kabupaten Banyumas, Heru Bharata mengatakan, ia terakhir melayani pesta pernikahan pada tanggal 12, 13 dan 14 Maret. Setelah tanggal tersebut, semua order dibatalkan.

“Tentu dampaknya sangat terasa, banyak order yang ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan dan banyak pula yang dibatalkan. Kerugian jelas sampai puluhan juta,” jelas Heru, Selasa (24/3/2020).

Penundaan atau pembatalan katering ini tidak hanya untuk pemesanan bulan Maret saja, tetapi April 2020 juga banyak yang dibatalkan. Untuk awal April, Heru mengaku ada pemesanan katering pernikahan senilai Rp50 juta, yaitu untuk undangan 1.000 orang, senilai Rp 50.000 per orang.

Heru mengaku pasrah dengan kondisi sekarang ini. Namun, ia berharap badai corona segera berlalu, karena benar-benar melumpuhkan perekonomian rakyat.

Tak hanya bisnis katering yang sepi, beberapa warung makan juga mengalami hal yang sama. Salah satu pemilik warung makan di Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Neni mengatakan, banyak pelanggannya yang tidak lagi datang untuk makan. Sebagian besar orang memilih untuk makan di rumah, sebagai tindakan preventif terhadap penyebaran virus corona.

“Sudah seminggu ini sepi, selain anak-anak kuliah banyak yang pulang karena diliburkan, orang-orang juga memilih untuk tetap di rumah dan makan di rumah masing-masing,” tuturnya.

Penurunan omzet penjualan di warung makannya sampai 50 persen lebih. Sehingga beberapa pekerja juga harus dirumahkan, untuk efisiensi pengeluaran.

“Masaknya dikurangi, jadi tenaga yang untuk masak terpaksa juga harus dikurangi. Kalau untuk jam buka warung tetap, mulai pagi sampai malam hari, karena sepi maka jam buka harus tetap lama.” katanya.

Pemilik warung makan Lik Tuti di Banyumas, Maryam mengatakan, penjualan ikan lembutan, baceman maupun jenis ikan lainnya menurun dratis. Biasa dalam satu hari, penjualan aneka jenis ikan sungai yang diambil langsung dari Sungai Serayu tersebut sampai puluhan kilogram. Namun, dalam sepekan terakhir menurun hingga 50 persen.

“Warung-warung makan sekarang sepi karena corona, semua pilih makan di rumah masing-masing, meskipun dengan lauk seadanya, apalagi ada imbauan untuk tetap dirumah dan tidak bepergian,” katanya.

Lihat juga...