Pedagang Buah di Banyumas Ramai-ramai Naikan Harga

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PURWOKERTO — Tak hanya harga sayuran impor yang mengalami kenaikan, di Kabupaten Banyumas, harga buah-buahan juga terus naik. Kenaikan ini terjadi sejak dua pekan terakhir dan cukup tinggi.

Untuk buah impor, harga jeruk mandarin yang biasanya dijual dengan harga Rp 18.000 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 30.00 per kilogram. Kemudian buah pir yali yang biasanya Rp 15.000 per kilogram naik menjadi Rp 20.000 per kilogram.

Penjual di kios Seger Buah Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Sinta mengatakan, kenaikan paling tinggi pada buah jeruk mandarin. Menurutnya, dari distributor buah mengatakan, jika masuknya buah impor dari China cukup sulit, sehingga stok menipis dan harga melambung.

“Sejak ramai virus corona itu, harga buah impor mulai naik. Awalnya naik Rp 3.000, kemudian naik lagi Rp 5.000 dan sekarang bahkan kenaikan sudah Rp 12.000 dari harga biasanya,” tuturnya, Rabu (12/2/2020).

Lebih lanjut Sinta menjelaskan, sebenarnya pemberitaan tentang virus corona tidak berpengaruh terhadap penjualan. Konsumen tetap mau membeli buah yang kabarnya diimpor dari China tersebut. Hanya saja, dalam sepekan terakhir mulai terasa pengaruhnya, dimana pembelian jeruk mandarin turun karena harganya yang melambung.

“Jadi turunnya penjualan jeruk impor karena harganya sekarang mahal, bukan karena diimpor dari China,” katanya.

Kenaikan harga buah ini, ternyata tidak hanya terjadi pada buah impor saja. Buah lokal yang sebenarnya tidak terpengaruh dengan adanya larangan impor, juga ikut naik. Beberapa pedagang buah di pasar tradisional, justru memanfaatkan kenaikan harga buah impor untuk ikut menaikkan harga buah lokal.

Di Pasar Wage Purwokerto misalnya, harga buah melon yang biasanya pada kisaran Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 18.000 per kilogram. Bahkan ada pedagang buah yang menjual dengan harga Rp 20.000 per kilogram.

“Harga buah impor naik, buah lokal juga ikut naik, karena distribusi juga sering terlambat dan terjadi kelangkaan di pasar,” kata salah satu pedagang buah di Pasar Wage, Sodikin.

Meskipun banyak diprotes para pembeli, namun Sodikin mengaku tetap menjual dengan harga yang sudah dinaikkan. Karena droping buah yang biasanya dua hari sekali, sekarang baru datang 3-5 hari sekali.

Lihat juga...