JK Ingatkan PMI Harus Siaga 24 Jam

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Ketersediaan stok darah menjadi salah satu prioritas pelayanan Palah Merah Indonesia (PMI), selain kesiapsiagaan bencana. Hal tersebut disampaikan Ketua PMI Pusat sekaligus mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, saat meninjau fasilitas markas dan gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, jalan Mgr Sugiyopranoto, Minggu (16/2/2020).

“PMI di Jateng, baik tingkat Provinsi atau pun Kabupaten Kota, selalu aktif mendukung operasi pemulihan bencana dengan mengirimkan personel dan peralatannya. Selain itu, kebutuhan darah untuk masyarakat juga harus selalu tercukupi demi kemanusiaan,” paparnya, didampingi anggota Dewan Kehormatan PMI, Komjen (Purn) Syafrudin, di sela kunjungan kerja.

Dirinya juga mengapresiasi PMI Jateng, yang selalu meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat, kesiapsiagaan bencana dan kebutuhan darah.

“PMI Jateng sudah memiliki pusat pendidikan-latihan dan gudang regional. Serta PMI Kota Semarang yang telah memiliki fasilitas Unit Donor Darah, yang dilengkapi berbagai fasilitas. UDD PMI Semarang ini, bahkan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia,” lanjut Jusuf Kalla.

Pria yang akrab disapa JK itu, juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk ikut serta mengambil peran di bidang kemanusiaan. Termasuk dengan cara aktif berdonor darah. Tidak hanya sekali, namun berkali-kali, sesuai dengan aturan berdoroh darah. Hal tersebut terlihat, saat dirinya mengapresiasi para masyarakat yang tengah mendonorkan darahnya di UUD PMI Kota Semarang.

“Saya juga mengingatkan, bahwa PMI harus selalu siaga 24 jam. Di Indonesia, kata Markas hanya digunakan oleh TNI, Polri dan PMI, karena harus selalu melayani masyarakat. Personel PMI tidak hanya terikat jam kerja, namun harus selalu siap bila dibutuhkan dalam berbagai situasi, seperti anggota TNI dan Polri,” lanjutnya lagi.

Hal senada juga disampaikan Ketua PMI Jateng, Imam Triyanto. Dipaparkan, pihaknya selalu aktif komunikasi dan koordinasi, dengan PMI Kabupaten-Kota se-Jateng.

“Kita selalu koordinasi, termasuk terus meng-update situasi wilayah bila terjadi bencana, termasuk kebutuhan darah,” terangnya, didampingi Ketua PMI Kota Semarang, Shofa Chasani.

Dijelaskan, bila suatu wilayah tidak tersedia stok darah yang dibutuhkan masyarakat, dan wilayah lain ada stok berlebih, juga dilakukan distribusi melalui jejaring antarUDD PMI untuk memenuhi permintaan.

“Kita juga terus dorong sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, melalui gerakan donor darah, agar warga juga ikut peduli terhadap sesama. Salah satunya dengan berdonor darah,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi dalam kunjungan kerja tersebut Ketua Bidang Relawan PMI Pusat, Sasongko Tedjo, dan Ketua Bidang Organisasi PMI Jateng, Edy Susanto.

Lihat juga...