Tagana Lamsel Siaga Bencana
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Sekretaris Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Lampung Selatan, Hasran Hadi, menyebut sebanyak 40 personel Tagana telah disiagakan, mengantisipasi ancaman banjir akibat intensitas hujan tinggi di wilayah setempat.
Ia menjelaskan, personel Tagana Lamsel berasal dari sejumlah wilayah di Lamsel yang siap diterjunkan selam 24 jam. Sejumlah kendaraan pengangkut personel, kendaraan logistik air, kendaraan dapur umum lapangan (Dumlap) selalu siaga saat dibutuhkan.
Personil Tagana telah diterjunkan pada kejadian bencana alam gelombang pasang, banjir hingga tsunami di Lamsel pada kurun 2017 hingga 2019.
Menurutnya, memasuki 2020 banjir terjadi di Kecamatan Candipuro, Sidomulyo, Sragi, dan Palas, yang bisa ditangani oleh pemerintah kecamatan, Kampung Siaga Bencana (KSB), sehingga tim Tagana tidak dikerahkan.

“Sejumlah anggota Tagana yang dekat dengan lokasi bencana akan terjun langsung untuk memantau tingkat kerawanan akibat banjir,. Jika diperlukan, semua tim diterjunkan, namun jika masih bisa ditangani kami belum diterjunkan,” ungkap Hasran Hadi, saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (14/1/2020).
Saat ini, Tagana yang merupakan organisasi di bawah Dinas Sosial (Dinsos) Lamsel berkoordinasi dengan sejumlah KSB, yang dibentuk di wilayah Kecamatan Sragi, Ketapang, Rajabasa, Bakauheni, Kalianda, Sidomulyo dan Katibung. Tujuh kecamatan tersebut menurutnya merupakan Kawasan Rawan Bencana (KRB) banjir, gelombang pasang air laut, puting beliung dan gunung Anak Krakatau serta tsunami.
Ia mengatakan, keberadaan KSB dan sejumlah Kampung Tanggap Bencana (KTB) membantu tugas Tagana. Setiap ada kejadian bencana, laporan melalui grup WhatsApp dan call center Tagana, disiagakan.
Berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel dan unsur terkait, Tagana siap terjun ke lokasi bencana. Selain kesiapan personel, peralatan selalu disiagakan untuk penanganan bencana alam.
“Koordinasi lintas sektoral tentunya sangat diperlukan, sebab Tagana menjadi potensi untuk meringankan korban di lokasi bencana,” tutur Hasran Hadi.
Sejumlah anggota Tagana yang dihadapkan pada sejumlah situasi seperti tsunami di Palu, tsunami di Lamsel, melakukan tugas sesuai dengan peran masing-masing. Sejumlah petugas evakuasi dan pembuatan shelter akan berkoordinasi dengan SAR dan tim penyelamat.
Petugas bagian logistik akan melakukan proses memasak untuk logistik bagi relawan,masyarakat dan personel.
Aiman, salah satu personel Tagana bagian logistik menyebut, Dumlap sangat diperlukan. Sebab dalam kondisi bencana seperti banjir, warga tidak bisa melakukan aktivitas memasak. Dumlap menyediakan konsumsi untuk memasak nasi, lauk pauk, air. Kecepatan petugas dalam penyiapan makanan, telah dilatih dalam sejumlah simulasi dan kejadian nyata. Potensi rawan bencana saat hujan menurutnya telah dipetakan.
“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, jumlah logistik makanan yang disiapkan menyesuaikan jumlah warga di lokasi bencana,” ungkap Aiman.

Logistik makanan siap saji, menurut Aiman kerap didistribusikan melalui kelompok di setiap wilayah terdampak bencana. Pada kejadian bencana banjir di wilayah Desa Tarahan, tahun lalu, nasi bungkus siap saji dikoordinir oleh setiap kepala dusun. Pola pendistribusian logistik menyesuiakan kondisi di lapangan, memudahkan warga terdampak mendapat konsumsi.
Reni Silalahi, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Lamsel, juga menyebut Tagana selalu disiagakan. Potensi bencana banjir yang ada di wilayah Lamsel menurutnya telah dipetakan. Selain itu sejumlah personel Tagana memaksimalkan potensi KSB yang telah dibentuk. Sejumlah kecamatan yang memilikin desa rawan bencana, menurutnya telah dilatih menghadapi bencana.
“Dinsos Lamsel dan Tagana telah membentuk kampung siaga bencana dengan peningkatan peran masyarakat,” ujar Reni Silalahi.
Pelatihan ke sejumlah desa rawan bencana, menurutnya menciptakan upaya penanaganan bencana berbasis masyarakat. Saat terjadi bencana alam banjir dan sebagainya, lokasi evakuasi, shelter, dapur umum dan fasilitas lain telah disiagakan oleh masyarakat. Dukungan dari Tagana Dinsos Lamsel akan makin memperkuat penanganan bencana yang ada.
Koordinsi lintas sektoral dengan BPBD, Kepolisian, TNI, Kesehatan, unsur relawan telah dilakukan melalui sejumlah simulasi penanggulangan bencana.
Reni Silalahi menyebut, puluhan sekolah TK hingga SMA telah dilatih siaga menghadapi bencana. Kesiagaan sejumlah sekolah tersebut masuk dalam program Tagana Masuk Sekolah (TMS), sehingga mitigasi bencana sudah dikenalkan sejak dini, meminimalisir kerugian dan korban jiwa.