Sampah Plastik dari Kapal Roro Meningkat Selama Libur Nataru
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Volume sampah plastik saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020 mengalami peningkatan hingga mencapai tiga kali lipat. Sampah yang didominasi plastik berasal dari sekitar 30 kapal roll on roll off (Roro) yang beroperasi di Selat Sunda tersebut.
Septo, petugas pengangkut sampah yang diberdayakan oleh Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (DPC Gapasdap) menyebutkan, sampah plastik berasal dari kapal yang asal Merak yang sandar di pelabuhan Bakauheni.
“Sampah yang berasal dari kapal jumlahnya meningkat saat libur Nataru. Terlihat dari volume dalam kantong plastik yang dibawa oleh mobil pengangkut sampah,” ungkap Septo saat ditemui Cendana News di area dermaga satu pelabuhan Bakauheni, Rabu (1/1/2020).
Septo menyebutkan, peningkatan volume sampah dipengaruhi oleh percepatan waktu perjalanan kapal. Pada hari biasa waktu perjalanan bisa mencapai 2,5 jam di dermaga reguler dan 1 jam pada dermaga eksekutif.
Rata rata setiap kapal bisa mengeluarkan sampah sekitar 10 hingga 20 kantong plastik. Sementara saat libur Nataru , meningkat hingga 30 hingga 40 kantong setiap trip.
Astuti, salah satu pemulung sampah menyebutkan, ia bisa mendapatkan rata rata 10 karung botol plastik per hari. Sementara pada libur Nataru ia bisa mendapatkan hasil 30 karung per hari.
Peningkatan volume sampah ikut meningkatkan pendapatan secara ekonomi, sebab per kilogram plastik dijual olehnya dengan harga Rp1000 per kilogram.
“Semakin banyak sampah yang dikumpulkan akan menghasilkan uang lebih banyak sekaligus membantu pembersihan sampah,” ungkap Astuti.
Astuti menyebut selain membersihkan sampah plastik ia juga mengumpulkan nasi dan sayur yang akan digunakan untuk pakan ternak bebek, ayam dan babi. Ia masih bisa menjual sampah jenis tersebut dengan harga Rp5.000 per kilogram.
Sahrudin, pengangkut sampah di pelabuhan Bakauheni menyebutkan, khusus pada kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry, sampahnya akan dibuang ke TPS Way Apus. Sedangkan kapal swasta dibuang ke TPS Gubuk Seng.
“Peningkatan dari semula satu rit menjadi tiga rit sampah setiap hari selama libur Nataru,” terangnya.