Polres Lamsel Siagakan Posko Antisipasi Bencana
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Antisipasi potensi bencana alam yang ada di wilayah Lampung Selatan (Lamsel), Kepolisian Resor Lamsel bersinergi dengan sejumlah unsur.
Kapolres Lamsel, AKBP Edi Purnomo menyebut, langkah penyiapan sejumlah posko telah dilakukan hingga ke sejumlah Polsek. Koordinasi disebutnya telah dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR dan sejumlah potensi yang ada.
Sejumlah potensi kebencanaan yang ada di Lamsel disebutnya telah dipetakan meliputi banjir, tanah longsor dan sejumlah bencana alam. Curah hujan yang tinggi membuat Polres Lamsel berkoordinasi dengan Basarnas, BPBD untuk menyiapkan perahu karet, ambulance dan peralatan evakuasi.

Kesiapan personel di lokasi bencana menurut Kapolres dikoordinasikan dengan sejumlah unsur untuk penanganan segera.
Setiap Polsek disebut Edi Purnomo telah membentuk tim khusus yang bisa melakukan penanganan segera saat terjadi bencana. Pada penanganan potensi bencana Polres Lamsel disebutnya bekerjasama dengan BPBD sebagai leading sector.
Penanganan sejumlah kejadian bencana di Lamsel seperti tsunami, banjir dan bencana alam lain menjadi bentuk sinergi lintas sektoral.
“Saat ini ada kejadian bencana tanah longsor dan banjir di Kabupaten Tanggamus tapi antisipasi telah dilakukan dengan membuat imbauan agar melintas ke jalan alternatif dan imbauan disampaikan pada kapal dari Merak ke Bakauheni,” ungkap AKBP Edi Purnomo di sela-sela kegiatan simulasi penanganan bencana, lapangan Korpri Pemkab Lamsel, Jumat (10/1/2020).
Koordinasi dengan sejumlah unsur terkait menurut Edi Purnomo dilakukan sebab hujan diprediksi masih akan berlangsung hingga Februari. Langkah antisipasi dengan unsur pemerintah dan pihak terkait dilakukan untuk meminimalisir potensi bencana yang ada.
Ia juga mengimbau masyarakat agar bisa memantau informasi kondisi cuaca dan kebencanaan melalui pihak resmi seperti BMKG.
Sementara itu Supriyanto, asisten bidang pemerintahan dan kesra Pemkab Lamsel menyebut antisipasi penanganan bencana harus dilakukan. Sebab salah satu potensi bencana yang bisa terjadi sesuai tren di Lamsel adalah banjir.

Wilayah dataran rendah yang berpotensi mengalami banjir luapan sungai Way Sekampung diantaranya Palas dan Sragi. Genangan air yang cukup tinggi pada sejumlah wilayah harus diantisipasi dengan baik.
“Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri dan unsur lain memastikan bisa melakukan pertolongan manusia dan bidang lainnya,” ungkap Supriyanto.
Peranan sejumlah unsur dalam kesiapan penanganan bencana memudahkan untuk mengambil langkah penanganan segera. Sejumlah unsur yang dilibatkan dalam penanganan bencana menurutnya merupakan tenaga yang sudah terlatih.
Semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Lamsel akan dilibatkan dalam setiap penanganan bencana. Pada apel siaga dan simulasi di lapangan Korpri 400 personel dari sejumlah unsur disiagakan dan siap dikerahkan saat terjadi bencana alam.
Hasran Hadi, koordinator dapur umum lapangan (Dumlap) Taruna Siaga Bencana (Tagana) memastikan logistik akan disiagakan.

Logistik untuk warga yang terkena bencana diakuinya tersimpan dengan baik di Dinas Sosial Lamsel dan akan didistribusikan saat diperlukan. Sebanyak 40 personel Tagana menurutnya akan selalu siaga untuk penyiapan logistik.
“Dapur umum lapangan bisa menyiapkan logistik makanan untuk pengungsi korban bencana dan bisa dipindahkan segera,” papar Hasran Hadi.
Semua unsur yang terlibat dalam apel siaga dan penanganan bencana alam di Lamsel sekaligus melakukan simulasi bencana banjir. Pada simulasi adanya banjir di Desa Kedaung Kecamatan Sragi sejumlah korban bencana dievakuasi.
Sejumlah peralatan yang disiagakan diantaranya ambulance dari unsur Dinas Kesehatan, Kepolisian, Basarnas dan sejumlah unsur lain. Pada simulasi penanganan korban petugas dikerahkan untuk evakuasi.