Program Siaran Bernuansa Religi Masuk Radar Anugerah KPID Sumbar

Editor: Makmun Hidayat

PADANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat, memberikan warna baru pada Anugrah KPID Sumatera Barat 2019 yang akan diselenggarakan pada 17 Desember mendatang. Selain menilai lembaga penyiaran seperti radio dan televisi, program siaran yang bernuasa religi juga masuk dalam radar penilaian untuk masuk Anugerah KPID Sumatera Barat 2019.

Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sumatera Barat, Robet Conedy, mengatakan, kegiatan memberikan penghargaan kepada insan penyiaran merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara rutin dari tahun ke tahun oleh KPID. Di tahun 2019 ini, ada satu ketegori yang baru, masuk dalam penilaian dan akan diberikan pengharagaannya, yakni untuk Program Syiar Ramadan.

Poin terbesar yang dinilai pentingnya bagi program Syiar Ramadan layak untuk menerima penghargaan pada malam Anugerah KPID Sumatera Barat 2019, karena program itu telah memberikan banyak manfaat dan edukasi kepada masyarakat.

“Hadirnya lembaga penyiaran seperti radio dan televisi bertujuan untuk memberikan hiburan serta ada edukasi yang bermanfaat bagi publik. Nah di program Syiar Ramadan itu, KPID menilai layak untuk diberi penghargaan,” katanya dalam keterangan pers di Aula KPID Sumatera Barat, Jumat (13/12/2019).

Menurutnya, dengan adanya penghargaan untuk program Syiar Ramadan itu dapat memovitasi media penyiaran lainnya agar menghadirkan program-program acara yang memiliki dampak positif atau manfaat bagi masyarakat, pendengar dan penonton. Seperti halnya program Syiar Ramadan, selama ini di setiap momen Ramadan, cukup banyak lembaga penyiaran menghadirkan program siaran yang bernuansa religi.

“Lembaga penyiar yang akan menerim penghargaan itu, masih kita rahasiakan, karena hanya akan diumumkan pada malam Anugerah KPID Sumatera Barat 2019. Intinya, kedepan kita harapkan lembaga penyiaran lainnya termotivasi memberikan siaran yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Robert yang juga sebagai Ketua Panitia Anugerah KPID Sumatera Barat 2019 menyatakan selain adanya pemberian penghargaan kepada Program Syiar Ramadan Terbaik, kategori yang diperlombakan untuk Anugerah KPID 2019 yakni, Program Berita Terbaik, Program Talkshow Terbaik, Program Anak Terbaik, Feature Terbaik, dan Program Iklan Layanan Masyarakat Terbaik, masing-masing untuk radio dan televisi.

Selain kategori tersebut, KPID Sumatera Barat juga memberikan penghargaan khusus untuk Kepala Daerah Peduli Penyiaran, Tokoh Peduli Penyiaran dan Tokoh Inspiratif Penyiaran Sumatera Barat, serta penilaian untuk Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) Terbaik.

Sementara itu, Wakil Ketua KPID Sumatera Barat, Yumi Ariyati, menjelaskan terkait penjurian Anugerah KPID Sumatera Barat telah melibatkan 5 unsur tokoh masyarakat, yakni unsur ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), unsur adat yakni Mahkamah Adat Minangkabau dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), LSM Nurani Perempuan, akademisi dan unsur pemerintahan.

Yumi menyebutkan, selain melibatkan unsur masyarakat dan akademisi, ke-7 Komisioner KPID Sumatera Barat juga terlibat dalam penjurian. Pada tahun ini, acara Anugerah mengangkat tema “Membangun Daerah Melalui Penyiaran”. Yumi berharap ajang Anugerah KPID Sumatera Barat dapat memotivasi lembaga penyiaran TV dan Radio berkonstribusi terhadap pembangunan Sumatera Barat melalui penyiaran.

Lihat juga...