Nataru, KAI Sumbar Perkirakan Jumlah Penumpang Meningkat 15 Persen

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PADANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat memperkirakan peningkatan jumlah penumpang kereta api di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020 mencapai 15 persen.

Kepala Divre II Sumatera Barat, Insan Kesuma, saat memberikan keterangan kepada awak media di Stasiun Padang, Kamis (19/12/2019). Foto: M. Noli Hendra

Kepala Divre II Sumatera Barat, Insan Kesuma mengatakan, angkutan Nataru selama 18 hari dimulai Kamis 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020 mendatang. Begitu juga untuk Posko Angkutan Nataru, juga mulai bekerja hari ini dan disiapkan di semua stasiun.

“Hari ini sudah mulai, jadi melihat dari pengalaman sebelumnya, dan apalagi KA kita ada berbagai rute yang bisa dijadikan wisata seperti ke Pariaman dan juga BIM, maka diperkirakan akan ada kenaikan angkutan sebesar 15 persen,” katanya, usai melaksanakan Apel Gelar Pasukan dan Penyematan Pin Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019/2020 secara simbolis kepada perwakilan karyawan/karyawati Divre II di Halaman Stasiun Padang, Kamis (19/12/2019).

Insan menjelaskan, melihat kepada masa angkutan Nataru tahun lalu 2018/2019, PT KAI Divre II Sumatera Barat menyediakan 6.048 tempat duduk per hari. Sementara pada Nataru 2019/2020 meningkat 13 persen lebih banyak, menjadi 6.860 dengan rincian 468 tempat duduk untuk KA Lembah Anai relasi Kayutanam – BIM (PP), 2.400 tempat duduk KA Minangkabau Ekspres relasi Padang – BIM (PP) dan 3.992 tempat duduk untuk KA Sibinuang relasi Naras – Padang (PP).

“Jadi ketiga kereta ini masih menjadi favorit masyarakat, karena selain harga terjangkau, penumpang merasa nyaman menikmati fasilitas yang telah tersedia baik di stasiun maupun di atas KA,” ujarnya.

Diperkirakan ada kenaikan volume penumpang sebesar 15 persen dibanding angkutan Nataru tahun lalu, yaitu dari 108.864 penumpang (TD) pada 2018, tahun 2019 ini diprediksi dapat mengangkut sekitar 123.480 (TD) penumpang.

“Saya tegaskan tidak ada kenaikan harga tiket KA di wilayah Divre II, karena tetap mengacu skema PSO dari pemerintah untuk KA Sibinuang relasi Naras – Padang,” tegasnya.

Menurutnya, lonjakan penumpang diprediksi akan mulai pada 21 Desember 2019 hingga 25 Desember 2019 dan 1 Januari 2019. Hal ini dikarenakan pada tanggal tersebut termasuk long weekend, serta bersamaan pula dengan cuti bersama yang telah ditetapkan pemerintah.

Insan menyebutkan, guna memberikan rasa nyaman dan aman mulai dari awal stasiun keberangkatan hingga stasiun tujuan akhir penumpang, PT KAI Divre II menerjunkan sebanyak 182 personel keamanan gabungan dari Personel POM TNI, Brimob, Polsuska dan Security/ Satpam.

Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta.

Sedangkan untuk mengantisipasi datangnya musim hujan yang bertepatan dengan masa angkutan Nataru 2019/2020, KAI Divre II juga telah menyiapkan 26 petugas penilik jalan (PPJ), 59 penjaga jalan lintas (PJL), dan 12 PJL ekstra perlintasan rawan kecelakaan perlintasan sebidang.

“Kita juga mengimbau kepada calon penumpang untuk memastikan kembali nama dan ID tanda pengenal harus sesuai dengan yang bepergian. Serta juga, cek kembali hari serta tanggal keberangkatan KA yang anda pilih,” ungkapnya.

Penumpang juga diingatkan untuk tidak memakai perhiasan yang mencolok guna keamanan selama perjalanan, dan masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi peraturan dan rambu-rambu di pelintasan sebidang.

PT KAI berarap adanya kerja sama yang baik dan saling mendukung antara PT KAI dan masyarakat, perjalanan kereta api yang aman, lancar, terkendali dan zero accident pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2019/2020 di wilayah Divre II dapat terwujud.

Lihat juga...