Kakorlantas Polri Minta Seluruh Pihak Jamin Keselamatan Nataru

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Istioni, meminta seluruh pihak jamin keselamatan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020.

Sejumlah persiapan disebutnya dilakukan oleh kepolisian, pemerintah daerah, pengelola jalan tol, pelabuhan dan unsur terkait. Sesuai prediksi kenaikan angkutan libur Nataru tahun ini mencapai 3 persen ia berharap persiapan dilakukan dengan matang.

Kenaikan angkutan Nataru sebesar 3 persen disebutnya imbas lancarnya koneksi jalan tol trans Jawa dan trans Sumatera. Langkah survei sejumlah infrastruktur hadapi libur Nataru telah dilakukan oleh Korlantas Polri di pulau Jawa dan Sumatera.

Sesuai prediksi puncak angkutan Nataru akan terjadi pada Sabtu, 21 hingga Senin, 23 Desember. Kenaikan arus liburan tahun sebelumnya menurun imbas tsunami di Selat Sunda.

Tren antusiasme masyarakat memakai jalan tol Sumatera dari Bakauheni hingga ke Kayu Agung sepanjang 250 Kilometer diantisipasi dengan penyiapan fasilitas memadai.

Pada persiapan oleh pengelola jalan tol ia meminta agar disediakan fasilitas istirahat (rest area), toilet, SPBU Modular, tempat ibadah dan warung sementara. Sosialisasi fasilitas tol serta standar keselamatan harus diutamakan.

“Aspek keselamatan dilakukan untuk keamanan, ketertiban, keselamatan, kelancaran berlalulintas harus menjadi prioritas bagi pengguna jasa terlebih akses via tol memakan waktu hanya sekitar 4 jam dari semula 9 jam dari Lampung ke Palembang,” papar Kakorkantas, Irjen Pol Istiono di Bakauheni, Senin (16/12/2019).

Beroperasinya jalan tol Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar dan Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung disebutnya harus diantisipasi dengan baik. Konektivitas antara jalan tol yang lancar dengan pelabuhan Bakauheni diimbangi dengan penyiapan fasilitas uang elektronik.

Sebab pada ruas Bakauheni-Terbanggi Besar tol sudah berbayar sementara ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang masih gratis.

Kelancaran arus lalu lintas di jalan tol menurutnya diantisipasi dengan meminimalisir kecelakaan. Sosialisasi dilakukan melalui media massa, pamflet terkait fasilitas yang ada di tol. Sebab kondisi jalan tol Trans Sumatera berbeda dengan tol di Jawa yang sudah memiliki fasilitas lengkap.

Koordinasi dengan Polda Lampung dalam upaya menjamin keselamatan juga dilakukan dengan penyediaan sejumlah pos keamanan, pelayanan.

“Selain fokus pada jalan tol pengamanan juga harus dilakukan pada jalan lintas Sumatera dan jalan lintas Timur,” beber Irjen Pol Istiono.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Ariyanto, memastikan langkah persiapan telah dilakukan. Sejumlah titik rawan kemacetan, kecelakaan dan gangguan keamanan telah diantisipasi dengan penyiapan sejumlah personel kepolisian.

Bagi kebutuhan pengguna jasa di jalan tol Kapolda menyebut patroli jalan raya oleh Ditlantas Polda Lampung akan dilakukan setiap 50 kilometer di ruas jalan tol.

“Titik-titik rawan hingga pertemuan dengan rest area hingga pintu keluar tol menjadi perhatian kami dengan adanya patroli berkala bekerjasama pihak tol,” papar Kapolda.

Khusus pada keselamatan di area pelabuhan dan di atas kapal, ratusan personel akan disiagakan. Minimalisir kemacetan pada pintu masuk pelabuhan Bakauheni sejumlah skenario manajemen lalu lintas telah disiapkan.

Pembuatan jalur khusus bagi kendaraan roda dua, roda empat akan diberlakukan agar menghindari penumpukan kendaraan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni.

Kepada pihak pengelola pelabuhan Bakauheni, Kapolda Lampung memastikan kapal yang disiapkan mencukupi. Sebanyak 64 unit kapal roll on roll off (Roro) dengan sebanyak 7 dermaga disiapkan untuk melayani libur Nataru.

Kapasitas parkir di dalam pelabuhan sebanyak 8.000 unit kendaraan berbagai campuran disediakan agar tidak mengalami kemacetan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni.

Terkait kesiapan jalan tol hadapi Nataru, Hanung Haniditio, Kepala Cabang PT Hutama Karya ruas Bakauheni-Terbanggi Besar memastikan telah disiapkan sejumlah fasilitas.

Hanung Hanindito, Kepala Cabang PT Hutama Karya pengelola Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggibesar, saat ditemui Cendana News, Senin (16/12/2019) – Foto: Henk Widi

Sejumlah rest area diantaranya sebanyak 8 rest area diantaranya KM 33, KM 87, KM 115, KM 163, KM 174, KM 208, KM 215 dan KM 234. Selain rest area ada sejumlah fasilitas toilet, SPBU modular, tempat ibadah.

“Kesiapan bahan bakar telah dikoordinasikan dengan pihak Pertamina untuk menyediakan modular SPBU di sejumlah rest area,” beber Hanung Haninditio.

Sebanyak 15 gerbang tol disebut Hanung Haninditio diakuinya sudah disediakan. Bagi pengguna jasa selain fasilitas gate pembayaran pihak HK telah menyediakan sebanyak 8 unit mobile reader.

Alat tersebut digunakan untuk mempermudah proses taping uang elektronik yang disediakan oleh bank pemerintah. Selain mobile reader sejumlah rekayasa lalu lintas di gerbang tol Bakauheni akan dilakukan memperlancar arus lalu lintas saat Nataru.

Lihat juga...