Anies Optimis Penyerapan Anggaran DKI 2019 Capai Target
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Menjelang akhir tahun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penyerapan anggara DKI tahun 2019 sebesar 85 persen, dari total APBD DKI Rp 86,89 triliun. Namun, hingga kini anggaran tersebut baru mencapai target sebesar 74,93 persen.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tetap optimistis penyerapan anggaran hingga akhir tahun bisa terus bertambah, meski sedikit di bawah target.
“Harapannya serapan kita nanti aman, sesuai dengan penerimaan yang kita miliki. Tapi target serapan insyaallah akan sampai di atas 82 (persen), tapi mungkin sekitar 83-84 persen,” ucap Anies di Gudang Beras PT Food Station Tjipinang Jaya, Jalan Pisangan Lama, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2019).
Menurutnya, penyerapan anggaran belum maksimal karena memang penerimaan pemprov pada tahun ini, menurun. “Kita mengalami penurunan pemasukan,” kata Anies.
Dia menjelaskan, serapan anggaran hingga akhir tahun ini masih rendah, karena Pemprov DKI Jakarta menahan pengeluaran anggaran atau berhemat. Hal ini lantaran adanya penurunan pemasukan yang juga dialami oleh Pemprov DKI Jakarta.
“Kita nahan karena kita mengalami penurunan pemasukan dan karena itu kita mengendalikan jadi harapannya serapan kita nanti aman sesuai dengan penerimaan yang kita miliki,” ujarnya.
Pasalnya, pihaknya sudah mengetahui tahun ini terjadi penurunan pemasukan, yang akhirnya ikut berpengaruh ke penyerapan anggaran.
“Berbeda dengan tahun lalu, karena kita tahu bahwa kita mengalami penurunan pemasukan dan karena itu kita mengendalikan,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengaku optimistis target serapan anggaran 85 persen tahun ini bisa terlaksana. Penyerapan anggaran akan meningkat saat pembayaran proyek infrastruktur fisik di bulan Desember.
“Dari target kita 85-an (persen), berarti kan tinggal (sekitar) 25 persen lagi. 25 persen lagi ada di kegiatan-kegiatan fisik kita. Kegiatan fisik kita memang dibayarkan pada 15 Desember. Bobotnya kita hitung di situ,” ucap Saefullah kepada wartawan, kemarin.
Menurutnya, jika dibandingkan dengan tahun lalu, penyerapan anggaran bulan ini lebih baik. Namun dia tidak menyebut berapa persentase penyerapan pada Oktober tahun lalu.
“Kalau dibandingkan dengan tahun yang lalu, DKI Jakarta bulan ini tanggal ini, jauh sekali dibandingkan sekarang,” katanya.
Selain itu, Pemprov tengah melakukan penghematan di akhir tahun ini. Mereka harus mengeliminasi anggaran yang dianggap tidak perlu.
“Justru kita ini lagi pengendalian, pengendalian ketat pencairan karena dana bagi hasil kita dari pusat itu Rp 6,3 triliun yang tidak dibayarkan tahun ini, sehingga kita sedang mengatur cash flow kita, ya teman-teman kalau perjalanan dinas dikurangi, makan minum dikurangi, beli ATK dikurangi, kegiatan yang tidak langsung berdampak di masyarakat dikurangi,” jelasnya.
Diketahui, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta tahun 2019 diserap 74,93 persen hingga Jumat (20/12/2019) pukul 13.30 WIB. Dilihat dari situs web http://publik.bapedadki.net, realisasi belanja langsung dan belanja tidak langsung sebesar Rp 58,345 triliun dari total alokasi Rp 77,857 triliun.
Rinciannya, belanja langsung diserap Rp 29,961 triliun dari alokasi Rp 44,56 triliun, atau 67,235 persen. Belanja langsung, yakni belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal.
Sementara itu, serapan untuk belanja tidak langsung sebesar 85,280 persen. Anggaran diserap Rp 28,434 triliun dari alokasi Rp 33,294 triliun. Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai, hibah, bunga, subsidi, bantuan sosial, bantuan keuangan, dan biaya tak terduga.