Wabup Cilacap Sarankan Penderes Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Editor: Mahadeva

CILACAP – Tingginya resiko kerja yang harus dihadapi para penderes, mendapatkan perhatian Pemkab Cilacap. Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, mendorong penderes ikut program BPJS Ketenagakerjaan.

Hal itu dimaksudkan, agar penderes mendapat jaminan kecelakaan kerja. “Kejadian penderes jatuh dari pohon kelapa hingga mengalami luka serius, sampai dengan cacat permanen, bahkan meninggal sering terjadi, Karena itu, untuk menjamin kehidupan mereka, kita dorong untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Wabup Cilacap, Sabtu (16/11/2019).

Data Dinas Tenaga Kerja  dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cilacap, jumlah penderes di Cilacap mencapai 13.000 orang lebih. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang sudah mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk melalui bantuan pihak ketiga.

Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman mendorong para penderes untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan, Sabtu (16/11/2019). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Pemkab Cilacap disebutnya, belum mampu untuk mengalokasikan anggaran memberikan perlindungan ketenagakerjaan bagi mereka. Dengan kondisi tersebut, Syamsul mendorong agar BPJS Ketenagakerjaan aktif mensosialisasikan program perlindungan pekerja non formal kepada para penderes serta pekerja non formal lain di Cilacap.

Sosialisasi bisa dilakukan dengan menggandeng kades, lurah maupun camat, sehingga lebih efektif. “Silahkan BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi kepada penderes, namun jangan sampai ada paksaan. Mereka harus ikut atas kesadaran sendiri, sehingga perlu dijelaskan manfaat dan keuntungan yang mereka peroleh jika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Wabup menyebut, tahun depan, Pemkab Cilacap baru bisa mengikutsertakan pegawai non ASN di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, data BPJS Ketenagakerjaan kantor cabang Cilacap menyebut, kepesertaan pekerja penerima upah yang aktif sampai saat ini hanya sekitar 4 ribu orang. Sementara kepesertaan buruh migran lebih besar, dan ada 5.400 orang. Jumlahnya menjadi yang terbesar dari sektor jasa konstruksi ada sekitar 59 ribu pekerja.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaaan Cilacap, Jejen, mengatakan, untuk pekerja non formal seperti penderes, nelayan dan lainnya, saat ini kepesertaannya masih minim. Hanya dikisaran 9.000 orang. Padahal potensi di sektor tersebut sampai 40.000 orang lebih.

“Kita terus berupaya untuk menyosialisasikan manfaat dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Untuk penderes misalnya, jika mengalami kecelakaan kerja dan sampai meninggal dunia akan mendapatkan klaim sebesar Rp 40 juta. Nilai tersebut jauh lebih besar dari santunan yang diberikan pemkab,” terangnya.

Lihat juga...