SAR Maumere Hentikan Pencarian Korban Lompat dari Kapal Pelni
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Setelah melakukan pencarian terhadap korban yang melompat dari kapal Pelni KM. Sirimau sejak Selasa (29/10/2019) di perairan Alok kabupaten Alor, NTT hingga hari ketujuh tidak menemukan hasil, pencarian korban pun dihentikan.
“Operasi SAR terhadap kecelakaan pelayaran seorang penumpang KM. Sirimau yang melompat di perairan utara Pulau Alor hari ini memasuki hari ke-7,” ungkap kepala kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, I Putu Sudayana, MAP, Senin (4/11/2019) sore.

Dikatakan Putu, pada hari ke-7 ini Operasi SAR dilaksanakan dengan melakukan pemantauan dengan berkoordinasi dengan potensi yang ada di sekitar lokasi kecelakaan.
“Adapun hasilnya, sampai pukul 18.00 Wita, hasil pemantauan nihil. Sesuai dengan undang-undang No. 29 Tahun 2014 bahwa pelaksanaan Operasi SAR dilaksanakan selama satu minggu, “ jelasnya.
Kalau memang tidak ada tanda-tanda yang signifikan korban ditemukan kata Putu, serta hasil evaluasi dari seorang SMC dan seluruh potensi yang ada di lapangan dipandang Operasi SAR tidak efektif dan efisien, serta tanda-tanda korban ditemukan sangat kecil, maka operasi SAR ini diusulkan ditutup.
“Pada Pukul 18.00 Wita operasi SAR kita usulkan ditutup ke BCC (Basarnas Command Center). Walaupun operasi SAR ditutup namun akan tetap dilaksanakan pemantauan sehingga apabila nanti ada informasi tentang penemuan korban maka operasi SAR akan dilaksanakan dengan kesiapan evakuasi,” jelasnya.
Putu selaku SMC (SAR Mission Coordinator) menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh potensi SAR yang ada di kabupaten Alor khususnya yang membantu operasi SAR ini hingga hari ke-7.
“Atas dukungan moral, materiil yang diberikan oleh Potensi SAR yang ada di kabupaten Alor terutama dari pihak Polair, Pos TNI AL, KSOP, BPBD, PT. Pelni dan masyarakat di sekitar lokasi, serta nelayan, saya sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan,” ungkapnya.
Mudah-mudahan ke depan kata Putu, operasi-operasi SAR akan menjadi lebih baik lagi, lebih efektif dan efisien lagi dari sebelumnya. Pihaknya berharap semuanya mendapatkan keselamatan dan kesehatan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.
Koordinator Pos SAR Alor, Hamka, mengatakan bahwa kecelakaan pelayaran berupa seorang penumpang bernama Yohanes Seran Briya melompat dari KM Sirimau di perairan Tanjung Kabola Alor.
Setelah mendapatkan infromasi, tim SAR gabungan pun dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap korban di sekitar lokasi kejadian.
“Korban pada Selasa (29/10/2019) diketahui melompat dari geladak kapal pada dengan jarak 20 kilometer dari pelabuhan Kalabahi, kabupaten Alor,” jelasnya.