Persiapan TdS 2019 Sudah 90 Persen
Editor: Koko Triarko
PADANG – Event balap sepeda Internasional Tour de Singkarak (TdS) 2019 bakal resmi ditabuh 2 – 10 November mendatang. Hingga awal Oktober ini, tim penyelenggara TdS menyatakan kesiapannya mencapai 90 persen. Technical Coordinator TdS 2019, Cheppy Asep Sulaiman, mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dikerjakan lagi, seperti jalan yang masih ada pengerjaan perbaikan.
Dari 9 rute yang sudah ditetapkan, Cheppy mengungkapkan, jalan yang dikhawatirkan membahayakan adalah di jembatan Kawasan Wisata Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan. Jalan Etape terakhir itu, ada jalan menuju jembatan menyempit.
“Selain dilakukannya perbaikan oleh Balai Jalan, kita ada upaya untuk mengantisipasi jalan-jalan yang dapat membahayakan pebalap, yakni memberikan penanda rambu warning dan water barrier,” katanya, pada rapat finishing hingga malam ini di Padang, Selasa (1/10/2019).
Tetapi, sambungnya, pemasangan rambu-rambu itu akan dilakukan bila dalam keadaan terpaksa saja. Misalnya, tidak cukup waktu lagi untuk memperbaiki jalan tersebut, namun jalan segera dilalui pebalap.
“Jika rute tersebut sampai batas waktu yang ditetapkan masih membahayakan, maka akan tetap dialihkan, batas waktu maksimal akhir Oktober ini, tim teknis tidak akan merekomendasikan jalan rusak dan membahayakan bagi pebalap” sebutnya.

Sementara itu, Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan dan Jembatan Nasional Padang (PPK 5), Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) II, Sumatra Barat, Noor Arias Syamsu, mengatakan, hingga saat ini masih terus dilakukan pemaksimalan perbaikan atas ruas ruas jalan yang masih dianggap belum tuntas.
Menurutnya, hal tersebut juga tergantung dari cuaca dan lalu lintas. Tidak semua jalan bisa diaspal, sebagian besar hanya melakukan pemeliharaan, yakni pentupan-penutupan lubang.
“Minimal H-2 sebelum pelaksanaan TdS di daerah yang dilalui semuanya sudah rampung,” tegasnya.
Noor Arias juga mengatakan, hampir seluruh daerah yang dilalui TdS terdapat penambalan jalan. Namun daerah yang paling parah berdasarkan hasil survei terakhir, adalah Alahan Panjang-Suriah – Muaro Labuah. Hal tersebut karena jalan itu baru naik kelas, sebelumnya jalan tersebut adalah jalan provinsi, dan sekarang sudah menjadi jalan nasional.
“Ini kan baru tahun ke tiga penanangannnya, jadi belum maksimal hasilnya. Tentu ada tahapan-tahapan yang harus kita lalui, mengingat APBN kita juga terbatas, tapi kita upayakan sebaik mungkin seperti dua tahun yang lalu,” sebutnya.
Kepala Dinas Pariwisata Sumatra Barat, Oni Yulfian, mengatakan secara keseluruhan persiapan TdS sudah lebih 90 persen.
Untuk daerah-daerah yang akan dilalui oleh pebalap TdS nantinya, ada 14 Kabupaten Kota, serta ditambah 2 Kabupaten Kota di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
“Kabupaten Kota yang tidak ikut pada TdS kali ini, Sijunjung, Kota Solok, Pasaman Barat, Padang Pariaman dan Mentawai,” sebutnya.
Sedangkan untuk total jarak yang akan ditempuh oleh para pebalap adalah 1.363 km, terbagi dalam 9 etape. Grand opening akan dilaksanakan di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman dan Grand Closing di Danau Cimpago, Kota Padang.
“Total hadiah tahun ini Rp2,3 miliar,” ungkapnya.
Director Operasional TdS 2019, Iwan Gunawan, mengatakan, untuk jumlah negara yang akan mengikuti TdS tahun ini ada 25 negara, 20 tim dan jumlah peserta 200 orang. Ada satu tim terdiri dari 6 orang pebalap dan 4 official.
Berikut rute TdS 2019, yang dilaksanakan 2-10 November :
Etape I (107,3 km): Start di Pantai Gandoriah (Kota Pariaman) dan finish di Istano Basa Pagaruyuang (Kab. Tanah Datar)
Etape II (112, 2 km): Start di Kantor Bupati Pasaman (Kab. Pasaman) dan finish di jam Gadang (Kota Bukittinggi)
Etape III (125,6 km): Start di air terjun aka barayun (Kab. Lima puluh kota) dan finish di Jalan Sudirman (Kota Padang Panjang)
Etape IV (205,3 km): Start di Kantor Bupati Dharmasraya (kab. Dharmasraya) dan finish di lapangan Segita (Kota Sawahlunto)
Etape V (206,5 km): Star di Kantor Dinas Pariwisata Pyakumbuh (Kota Payakumbuh) dan finish di ambun pagi (Kab. Agam)
Etape VI (214,2 km): Start di Dermaga Singkarak (Kab. Solok) dan finish di taman kota Padang Aro (Kab. Solok Selatan)
Etape VII (82,9 km): Start di Ait terjun telun berasap (Kab. Kerinci, Jambi) dan finish di dermaga danau kerinci (kab. Kerinci, Jambi)
Etape VIII (200,4 km): Start di depan lapangan merdeka (Kota Sungai Penuh) dan finish di alun Painan (Kab. Pesisir Selatan)
Etape IX (107,7 km): Start di pantai carocok, Painan (Kab. Pesisir Selatan) dan finish di pantai cimpago (Kota Padang).