Berkunjung ke Pulau Komodo, Wisatawan Harus Bayar Mahal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

KUPANG – Pemerintah siap menaikkan tarif masuk yang sangat besar bagi wisatawan yang  berwisata ke pulau Komodo di kawasanTaman Nasional Komodo (TN Komodo) di Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, pulau Flores, provinsi NTT.

Wisatawan yang ingin melihat binatang purba komodo di pulau Komodo membayar biaya mahal. Hal ini sudah disepakati dalam rapat antara pemerintah pusat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pariwisata dan pemerintah provinsi NTT.

“Selama ini wisatawan yang mengunjungi pulau Komodo dan pulau lainnya di kawasan TN Komodo hanya membayar murah untuk melihat binatang purba,” kata Kepala Biro Humas Pemprov NTT, Marius Ardu Djelamu, Kamis (3/10/2019).

Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, Marius Ardu Djelamu, di ruang kerjanya, Kamis (3/10/2019) – Foto: Ebed de Rosary

Biaya ini sangat murah sekali sehingga dalam setahun pengelola TN Komodo hanya meraup pendapatan sekitar Rp33 miliar saja untuk pengunjung sebanyak 170 ribu orang,

Saat dihubungi Cendana News, Marius katakan, ke depan pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi NTT dan kabupaten Manggarai barat akan melakukan konservasi dan menerapkan biaya berbeda.

“Untuk masuk ke pulau Komodo, nantinya wisatawan harus menjadi member atau anggota terlebih dahulu. Wisatawan membayar dulu 1.000 dollar Amerika atau sejumlah Rp14 juta dengan kurs Rp14 ribu per dolarnya,” tuturnya.

Kalau saja ada 50 ribu wisatawan asing ke pulau Komodo, tambah Marius, dikalikan dengan kurs 1.000 dolar Amerika maka akan didapatkan penghasilan sekitar Rp600 miliar.

“Pembagiannya, Rp100 miliar untuk pemerintah pusat. Rp300 miliar untuk pemerintah provinsi NTT dan Rp200 miliar untuk Pemkab Manggarai Barat,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Marius, pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat akan mendapatkan nilai tambah ekonomi dari pengelolaan pulau Komodo.

Pemerintah pun akan melakukan konservasi sehingga ke depan pulau komodo menjadi kawasan wisata premium. Hanya orang yang mampu saja yang memanfaatkannya.

“Kita ingin agar pulau Komodo menjadi kawasan konservasi dan untuk masuk ke sana wisatawan harus dibatasi dan membayar biaya mahal. Hal ini sama dengan taman nasional Galapaghos di Ekuador dan taman nasional di Afrika yang biayanya sampai 2.500 dolar Amerika,” ungkapnya.

Kasubag Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo (TNK), Dwi Putro Sugiarto, mengatakan, tarif yang paling mahal Rp50 juta berlaku untuk kendaraan air jenis kapal pesiar, dengan jumlah penumpang lebih dari 3.000 orang.

Aturan tersebut sambung Dwi, diberlakukan sejak awal tahun 2015 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014. Penerapan tarif ini hanya berlaku untuk jangka waktu sehari saja.

“Wisatawan mancanegara saat ini dipungut biaya Rp150 ribu. Sedangkan wisatawan nusantara Rp5 ribu. Sementara itu, rombongan pelajar atau mahasiswa asing minimal 10 orang membayar biaya Rp100 ribu per orangnya,” jelasnya.

Sementara bagi rombongan pelajar atau mahasiswa Indonesia minimal 10 orang membayar biaya Rp3 ribu per orangnya. Saat hari libur, biayanya akan lebih mahal 50 persen.

Lihat juga...