Ribuat Atlet Ikuti Turnamen Taekwondo Piala Kemenpora di Lamsel
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Sebanyak 2.000 atlet taekwondo dari sejumlah provinsi di Indonesia, memecahkan ribuan papan menggunakan pukulan kaki dan tangan, mengawali turnamen taekwondo tingkat nasional II piala Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), di Gedung Olah Raga Way Handak, Lampung Selatan, Sabtu (28/9).
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Nanang Ermanto, menyebut, turnamen taekwondo tingkat nasional menjadi ajang pencarian atlet profesional.
Kejuaraan taekwondo yang digelar di Gedung Olah Rraga Way Handak tersebut, menurut Nanang Ermanto, diikuti oleh ribuan atlet dari sejumlah provinsi di Indonesia. Penyelenggaraan kejuaraan nasional di kabupaten Lamsel sekaligus memperlihatkan bibit berbakat dalam kompetisi yang digelar.
Sebagai kegiatan olah raga skala nasional yang digelar kedua kalinya, ia berharap atlet bertanding dengan menjunjung sportivitas.
Penyelenggaraan turnamen taekwondo tingkat nasional di Lamsel, lanjut Nanang Ermanto, merupakan rangkaian Hari Olah Raga Nasional (Haornas) XXXVI. Berbagai kegiatan olah raga digelar meliputi olah raga sepeda, jalan sehat bagian kegiatan hari jantung sedunia. Semua kegiatan olah raga yang digelar menjadi upaya Pemkab Lamsel memasyarakatkan olah raga.
“Melalui kegiatan olah raga yang rutin digelar sekaligus menjadi upaya Pemkab Lamsel memanfaatkan fasilitas olah raga yang ada, salah satunya di GOR Way Handak yang menjadi lokasi untuk sejumlah event nasional,” terang Nanang Ermanto di GOR Way Handak, saat pembukaan turnamen taekwondo nasional piala Kemenpora, Sabtu (28/9/2019).

Turnamen taekwondo dihadiri oleh Kepala Museum Olah Raga Kemenpora, Een Ermawati, Wakil Ketua Umum Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) pusat, H.Wahib. Kehadiran para tokoh olah raga tersebut bisa memberi sumbang saran dalam perkembangan olah raga di Lamsel.
Sebagai bagian dalam memperlihatkan taekwondo sebagai olah raga dan seni, eksibisi gerakan taekwondo ditampilkan oleh atlet dari UTI Profesional pusat. Selain itu, 2000 atlet dari berbagai kelas berhasil memecahkan 2000 keping papan.
Unjuk kebolehan, Nanang Ermanto dan Kapolres Lamsel AKBP Muhammad Syarhan, juga ikut memecahkan papan dengan sekali pukul.
Sementara itu, Ariswandi, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) menyebut, 2.000 atlet berasal dari seluruh Indonesia. Mayoritas berasal dari sejumlah perguruan taekwondo yang ada di provinsi Lampung.
Melalui pemecahan papan, eksibisi atlet UTI Pro kepada masyarakat diperlihatkan, bahwa taekwondo menjadi olah raga sekaligus pertunjukan yang menarik.
“Pada turnamen taekwondo nasional, akan dipertandingkan sejumlah kelas yang akan diikuti oleh sejumlah tim dari seluruh Indonesia,” ungkap Ariswandi.
Sejumlah kelas yang dipertandingkan dalam turnamen tersebut, di antaranya Junior under 45 Kilogram Male dan Female, Junior Under 46 Kilogram Male dan Female serta sejumlah kelas lainnya.
Selain memperebutkan medali perunggu, perak dan emas, turnamen taekwondo tingkat nasional juga memperebutkan piala bergilir Kemenpora.
Kepada para atlet yang terlibat dalam turnamen taekwondo, Ariswandi berharap peserta bisa menghindari tindakan kurang sportif. Sebagai event nasional kejuaraan akan menghadirkan tim wasit yang sudah memiliki sertifikasi nasional.
Ia berharap, tim, atlet dan pendamping menjunjung fair play, sehingga dapat meningkatkan prestasi dan kualitas olah raga taekwondo.
Azahra, salah satu atlet junior Taekwondo berusia 7 tahun asal Madrasah Ibtidaiyah Ismaria Alquraniyah Rajabasa Bandarlampung, mengaku masih duduk di bangku kelas 2 MI. Kegiatan turnamen taekwondo tingkat nasional merupakan kegiatan pertama kali yang diikutinya bersama rekan satu tim. Meski masih junior, Azahra berniat menjadi atlet taekwondo profesional yang terus berlatih sejak dini.