Mengenal Objek Wisata Timbulun Tujuh Bidadari di Ujung Kota Painan

Editor: Mahadeva

PESISIR SELATAN – Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, layak menyandang julukan daerah sejuta pesona. Salah satu pedundukungnya adalah keberadaan objek wisata Timbulun Tujuh Bidadari.

Tempat wisata tersebut hingga kini masih tetap eksis dan tidak hilang dari perkembangan zaman. Objek wisata yang terdapat di Nagari Lakitan Tangah, Kecamatan Lengayang tersebut saat ini semakin banyak dikunjungi.

Padahal di daerah tersebut, ada kawasan pantai yang indah yakni Wisata Mandeh, yang dikenal mirip dengan Raja Ampat Papua. Objek wisata Timbulun Tujuh Bidadari, adalah air terjun yang berhulu di sepanjang gugusan Bukit Barisan (BB) Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).

Salah satu hulu sungainya bersumber dari Kampung Tanjungdurian, Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Wali Nagari Lakitan Tangah, Irwandi, saat ini masyarakat sudah menjadikan Timbulun Tujuh Bidadari sebagai pilihan untuk berwisata, terutama untuk keluarga yang gemar berenang dan menikmati air terjun.

Semakin banyaknya masyarakat yang berkunjung membuat pemerintah nagari berharap, agar Pemkab Pesisir Selatan berupaya meningkatkan berbagai sarana. “Sarana yang dibutuhkan pengaspalan akses menuju lokasi air terjun, karena memang saat ini untuk menuju lokasi air terjun harus berjalan kaki,” katanya, Minggu (29/9/2019).

Kondisi lingkungan di kawasan wisata Timbulun Tujuh Bidadari memang terlihat hijau dengan pepohonan yang terlihat lebat. Hal itu tidak telepas dari lokasinya yang berada di Hutan Lindung (HL) Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). “Karena berada di kawasan lindung, dan juga masuk pada kawasan TNKS, sehingga semua habitat yang ada harus dilindungi,” jelasnya.

Bila nanti kawasan Wisata Timbulun Tujuh Bidadari itu dikembangkan lebih maksimal lagi, melalui berbagai sarana dan prasarana penujang, maka sangat diyakini kawasan wisata tersebut akan semakin banyak pengunjung yang datang dan akan semakin populer di kalangan wisatawan. “Saat ini peningkatkan sarana dan prasarana di lokasi sudah mendapat dukugan dari KPHP Kehutanan Pesisir Selatan. Namun untuk lebih maksimal lagi, kita butuh dukungan dari pemerintah,” sebutnya.

Beberapa sarana yang dibutuhkan dan akan dibangun diantaranya, gerbang kawasan, musala, WC, tempat parkir, petunjuk arah, serta jalan setapak dari satu timbulun ke timbulun lainya. “Areal parkir itu dibangun 70 meter sebelum air terjun pertama, berikut juga berbagai sarana dan prasarana penunjang lainya tanpa merusak keasrian kawasan,” jelasnya.

Berkat pengembangan yang masih terus berjalan, pengunjung semakin banyak. Peningkatan sudah terlihat sejak satu tahun terakhir. Para pemandu wisata di bawah binaan UPTD (KPHP) Unit IX Pesisir Selatan mendukung upaya yang dilakukan. “Dukungan yang diberikan bukan saja dalam hal promosi, tapi juga bersedia melakukan pembinaan manajemen pengelolaan kawasan. Sebab para penggiat-penggiat tersebut memang kaya ilmu seputar pengembangan objek wisata,” ungkapnya.

Kepala UPTD KPHP Unit IX Pessel, Madrianto, menyampaikan, semua pegiat wisata di bawah binaanya, berasal dari para pengelola objek wisata di setiap nagari. Berbagai upaya yang dilakukan oleh para penggiat wisata tersebut, perlu mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.

Lihat juga...