Giat Literasi SMPN 1 Lewolema Menyatu di Alam Terbuka

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema, Flores Timur, NTT, beramai-ramai memenuhi hamparan Pantai Waimana II di Kecamatan Ile Mandiri untuk membaca buku, menemukan judul buku, nama penulis, hingga membuat catatan bagian isi buku yang berkesan.

“Ada 35 siswa yang terlibat dalam kegiatan ini. Buku-buku yang mereka baca, disiapkan oleh saya, pembimbing literasi di sekolah itu,” kata Maksimus Masan Kian, Kamis (5//9/2019).

Dikatakan Maksi sapaannya, kurang lebih ada 50 judul buku yang disiapkan, dengan tema bervariasi. Ada karya sastra, profil tokoh dan beberapa buku dengan tema ilmiah.

Menurut pembimbing kelas literasi SMPN 1 Lewolema ini, kegiatan mereka tidak pernah dilakukan di dalam kelas atau di dalam gedung.

“Semua giat literasi yang dilakukan terpusat di alam terbuka, baik di pantai, di kebun, maupun di halaman rumah warga,” sebutnya.

Maksimus Masan Kian, pembimbing literasi SMPN 1 Lewolema. -Foto: Ebed de Rosary

Kegiatan literasi siswa SMPN 1 Lewolema, tegas Maksi, tidak dilaksanakan di dalam ruangan.Semua terpusat di alam terbuka.

Hal Ini menurutnya menjadi pilihan mengatasi kejenuhan siswa dalam proses belajar. Siswa setiap hari berada di dalam kelas untuk belajar.

“Setiap hari, sejak pagi hingga siang, anak -anak melewati proses belajar di dalam kelas, Tentu ada kejenuhan, untuk hal ini,” ungkapnya.

Kegiatan literasi SMPN 1 Lewolema, kata Maksi, selalu terpusat di alam terbuka. Selain itu, berproses di alam terbuka, melahirkan banyak ide dan inspirasi.

Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Cabang Kabupaten Flores Timur ini, mengatakan bahwa membangun gerakan literasi membutuhkan kreativitas dan inovasi

“Anak -anak cepat bosan dengan kegiatan yang sama pada tempat yang sama. Jika sudah bosan, ruang imajinasi dan kreasi anak mati. Dari waktu ke waktu, kreasi menciptakan ragam kegiatan menjadi penting,” ucapnya.

Dalam kegiatan “kencan buku”, anak-anak tampak sangat penasaran dan antusias, sebab dari nama kegiatanya, masih baru buat mereka.

Ketertarikan ini, kata Maksi, memotivasi mereka untuk serius melewati proses belajar yang disiapkan ini. Berkencan dengan buku, memberi manfaat pada penciptaan ketertarikan dan kecintaan anak akan buku,

Sebelum siswa dibagikan buku, terang Maksi, mereka mendapat motivasi tentang manfaat membaca dan menulis dari Jemi Piran.

Jemi Piran adalah seorang penulis buku, putra Flores Timur yang saat ini menjadi pembimbing kelas literasi di SMPK St. Gabriel Larantuka.

“Adik-adik sadar atau tidak, alam dan budaya kita orang Flores Timur sangat menarik dan inspiratif. Ada gunung, laut, sunset dan sunrise, hutan, seremoni adat, rumah adat, dan lain-lain yang sangat inspiratif,” ujarnya kepada para siswa.

Jemi katakan, beberapa buku yang ditulisnya nspirasi nya diperoleh saat dia melalukan perjalanan pulang dan pergi ke tempat kerja.

Dirinya katakan, para siswa harus lebih banyak membaca, dan peka melihat setiap fenomena alam di sekitarmu, Sebab dengan cara itu, menulis bukalah sebuah hal yang sulit.

Siswa nampak antusias memilih buku sendiri, mencari tempat masing-masing, mengatur posisi duduk yang nyaman dan terlihat sedang berkomunikasi langsung dengan buku.

Beberapa siswa memilih naik di atas pohon bakau dan menyelami isi buku dari ketinggian sambil memandang hamparan laut yang biru dengan bengangan pasit putih yang memanjakan mata.

Akhir kegiatan membaca, secara bergilir mereka mengorasikan pentingnya membaca, dan menyampaikan judul buku, penulis, dan isi pada bagian buku yang berkesan.

Lihat juga...