Warga Lampung Selatan Bergotong-Royong Peringati HUT Kemerdekaan
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Kemeriahan perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke-74 di Lampung Selatan sudah mulai terlihat. Gotong-royong, masih menjadi cara menyiapkan kemeriahan peringatan.
Arta, Kepala Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni menyebut, dengan bergotong-royong warga mempercantik jalan lingkungan. Selain pembersihan jalan lingkungan, warga Dusun Kayu Tabu membuat hiasan dari bambu.
“Bagi warga yang memiliki bambu menyumbangkan batang bambu untuk pembuatan rambu rambu, tiang bendera sementara yang lain memotong bambu dan memasangnya di sepanjang jalan desa,” ungkap Arta kepada Cendana News, Jumat (2/8/2019).
Kondisi jalan menuju perkampungan warga rusak dan berdebu saat kemarau. Namun dengan semangat gotong-royong warga tetap merawat jalan yang dimiliki. Kegiatan gotong royong dilakukan dua pekan sebelum 17 Agustus.

Sebab selain mempercantik jalan lingkungan dengan bendera merah putih dan umbul umbul, warga juga mempersiapkan sejumlah perlombaan seperti, lari kelereng, balap karung, tarik tambang, bakiak dan sejumlah permainan tradisional lainnya. “Sebagai sumber dana untuk hadiah perlombaan, warga rela iuran,” beber Arta.
Tradisi gotong royong memeriahkan HUT RI ke-74 juga masih dipertahankan warga di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan. Mahmud Toha, salah satu tokoh masyarakat desa tersebut menggatakan, persiapan sudah dilakukan enam bulan sebelumnya.
Warga mempersiapkan pendaan kegiatan dengan celengan atau tabungan. Celengan yang dikirim ke setiap warga dibuka agar uangnya bisa digunakan untuk kegiatan Agustusan. “Beberapa bulan sebelumnya kami edarkan celengan lalu panitia akan mengambil dan uang yang akan dipakai untuk kegiatan Agustusan,” beber Mahmud Toha.
Tradisi memikul beban dana Agustusan secara bersama, menurut Mahmud Toha, sudah berjalan sejak beberapa tahun silam. Uang celengan yang terhimpun mencapai Rp1juta, selanjutnya digunakan untuk penyiapan hadiah bagi anak anak dalam setiap perlombaan. Kemeriahan Agustusan dilakukan anak-anak untuk menjaga nasionalisme sejak dini.
Joko, Kepala Dusun Banyumas menyebut, tradisi gotong-royong jelang Agustusan masih terjaga. Warga menghias lingkungan dengan berbagai aksesoris menarik. Kegiatannya dengan mengusung konsep pemanfaatan daur ulang sampah.