Sampah Domestik di Kali Bahagia Berhasil Diangkut Puluhan Truk

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Sampah domestik yang menutupi sungai atau Kali Bahagia, akrab pula disebut Kali Busa, di pemukiman Warga Sektor 5 Blok E-F Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mulai dilakukan pengangkatan. Sampah yang diangkut langsung dibawa menggunakan truk sampah untuk dibuang ke TPA Burangkeng.

Dodi Agus Supriyanto, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, ikut berada di lokasi pengangkatan sampah, Kamis (1/8/2019) – Foto: Muhammad Amin

“Pembersihan Kali Bahagia melibatkan berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Babelan, Dinas PUPR, PJT II, Satpol PP, Polsek Babelan,” ungkap Dodi Agus Supriyanto, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Kamis (1/8/2019).

Dikatakan sampah yang menutup aliran Kali Bahagia terlalu banyak, menyebabkan air tidak berjalan normal dikarenakan sampah plastik dan sampah rumah tangga. Dia mengaku melibatkan sekitar 650 personel yang terdiri dari berbagai unsur.

Sementara, Camat Babelan, Denny Mulyadi, mengatakan pembersihan sampah yang menutup Kali Bahagia di hari pertama sudah dilaksanakan dan berhasil mengangkat sekitar 15 truk sampah langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

Camat Babelan, Denny Mulyadi (baju merah) bersama warga bergotong royong membereskan sampah, Kamis (1/8/2019) – Foto: Muhammad Amin

Diakuinya setelah dilakukan pengangkatan sampah yang menutup Kali Bahagia atau Kali Busa, didominasi sampah domestik seperti plastik, pembalut wanita dan lainnya. Kendala di lapangan alat berat sulit bergerak, karena banyaknya bangunan liar di sekitar bantaran kali.

“Alat berat susah bergerak bebas, karena banyak bangunan liar. Jadi besok (Jumat) akan dilanjutkan lagi, pengangkatan baik menggunakan alat berat atau manual gotong royong warga,” ujar Denny saat mengawasi langsung kegiatan pembersihan Kali Bahagia.

Terkait penggusuran bangunan liar, Camat Denny mengatakan, tinggal menunggu instruksi dari Satpol PP dan PJT II saja.

Kasi Satpol PP bidang Penyidikan dan Penyelidikan Kabupaten Bekasi, Kadaruddin, mengakui, pihaknya sudah melakukan pendataan bangunan liar yang berdiri di tepian Kali Bahagia sejak Februari 2019.

“Sesuai pendataan yang dilakukan ada 250 bangunan liar yang ada di bantaran kali. Dan data sudah dilaporkan langsung ke Kantib,” tegasnya.

Terlihat warga dan aparatur yang terlibat dalam pembersihan Kali Bahagia menggunakan bambu dan peralatan sederhana lainnya, mereka mendorong sampah secara serempak untuk diletakkan ke titik tertentu agar mudah diangkut ke truk sampah.

Tak hanya sampah plastik, sejumlah batang dan pelepah pisang juga mengapung di permukaan kali. Aroma tak sedap pun menyeruak dari kali yang ada di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan tersebut.

Lihat juga...