Ribuan Sego Buwuhan Bojonegoro, Catatkan Rekor Muri
BOJONEGORO – Sebanyak 26.600 Sego (nasi) Buwuhan, yang merupakan kuliner khas Bojonegoro, Jawa Timur, mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (MURI).
Keberadaanya dicatat dalam kategori hidangan terbanyak, pada acara Pagelaran Bojonegoro Thengul International Folklore Festival 2019 (TIFF) di Bojonegoro, Minggu (14/7/2019).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Amir Syahid, mengatakan, hidangan kuliner Sego Buwuhan hanya bisa diperoleh pada saat hajatan. Namun saat ini, sudah menjadi makanan rakyat karena bisa disantap setiap hari.
Nasi Buhuwan, berbentuk seperti lontong yang dibungkus dengan daun jati dan didasari daun pisang. Isian nasi Buwuhan adalah, buah pepaya muda atau blonceng, ditambah kacang tolo dibumbu kuning tanpa santan, momoh tempe lombok, daging bumbu terik dan serundeng kering.
“Dengan penyajian 26.600 nasi, seluruh peserta dan masyarakat yang hadir bisa menikmati hidangan ini bersama-sama, baik tamu lokal dan mancanegara, dan menjadi sajian khas warga,” katanya.
Dalam acara catatan rekor MURI, juga didatangkan delegasi kesenian dari empat negara, yaitu Bulgaria, Polandia, Thailand, dan Meksiko. Selain itu, ada sekitar 103 seniman dari keempat negara yang akan menampilkan kesenian masing-masing di lokasi yang berbeda-beda, antara lain di Pendopo Malowopati, Jalan P Mas Tumapel, Jalan MH Thamrin, Stadion Letjen H. Sudirman, Alun- alun, Dander Water Park, dan Wonocolo.
“Kami berharap tampilnya kesenian dari keempat negara ini, masyarakat bukan hanya terhibur namun juga lebih terbuka wawasannya terhadap negara lain, dan kita sendiri bisa mempromosikan kesenian khas Bojonegoro untuk nanti bisa disebarluaskan mereka di negara masing-masing,” pungkasnya. (Ant)