Menikmati Sunrise Terbaik di Bukit Gunung Ireng

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Hanya berjarak 28 kilometer atau 1 jam perjalanan dari pusat kota, Gunung Ireng merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati sunrise atau pemandangan matahari terbit di Yogyakarta.

Meski mulai dikembangkan dan dibuka sejak tahun 2013 lalu, namun sayangnya belum banyak wisatawan yang mengetahui keindahan lokasi wisata yang terletak di dusun Srumbung, desa Pengkok, kecamatan Pathuk, kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta ini.

Lokasinya yang berada di atas bukit kecil tersembunyi, menjadi salah satu alasan lokasi wisata Gunung Ireng ini tak setenar tempat wisata lainnya. Terlebih Gunung Ireng juga berada di antara sejumlah lokasi wisata lain yang lebih dulu populer seperti kawasan Mangunan, air terjun Sri Getuk, hingga Puncak Becici.

Area bukit yang menarik untuk menikmati sunrise – Foto: Jatmika H Kusmargana

Padahal Gunung Ireng merupakan salah satu lokasi wisata yang memiliki keunikan tersendiri. Dari atas bukit kecil Gunung Ireng ini pengunjung bisa menikmati pamandangan langka matahari terbit dari balik perbukitan karst pegunungan sewu Gunungkidul Yogyakarta.

Langit berwarna jingga, dengan hamparan kabut putih yang mengelilingi bukit, nampak begitu menawan tersaji di hadapan mata. Begitu matahari meninggi, kabut secara perlahan akan mulai surut, dan menampakkan hamparan areal persawahan milik warga desa.

Suasana pagi di kawasan pegunungan yang sejuk dan asri, begitu sempurna untuk dinikmati bersama kicau burung dan hembusan dingin angin dari atas bukit Gunung Ireng.

Nama Gunung Ireng sendiri berasal dari bahasa Jawa, yang berarti Gunung Hitam. Penamaan ini tak lepas karena struktur batuan yang membentuk bukit kecil ini berasal dari batuan vulkanik berwarna kehitaman. Yang konon merupakan sisa-sisa gunung api purba yang kemudian mati selama berjuta-juta tahun lamanya.

Dikelola oleh warga desa setempat, Gunung Ireng hingga saat ini masih terus dikembangkan sebagai lokasi wisata favorit di desa wisata Penggok.

Meski telah memiliki sejumlah fasilitas penunjang seperti lokasi parkir, warung makan, kamar mandi umum, hingga sejumlah gazebo pengelola nampak masih terus membangun sejumlah spot foto selfi bagi pengunjung. Hal ini tak lepas karena masih minimnya spot foto yang ada di kawasan wisata ini.

Salah seorang pengunjung, Suprihatin, asal Sleman mengaku antusias berkunjung karena penasaran melihat indahnya pemandangan Gunung Ireng dari media sosial seperti Facebook maupun Instagram.

Salah seorang pengunjung Suprihatin asal Sleman Yogyakarta – Foto: Jatmika H Kusmargana

Datang bersama sejumlah rekannya, ia mengaku puas bisa berfoto di spot lokasi favorit Gunung Ireng berupa rumah gubuk kayu berlatar sunrise.

“Lokasinya mudah diakses. Jalannya sudah bagus, berupa cor beton. Untuk naik ke atas bukit juga tidak butuh waktu lama. Cukup berjalan kaki 5 menit dari tempat parkir. Naiknya juga tidak terlalu tinggi. Jadi tidak capai. Selain itu fasilitas penunjang seperti kamar mandi dan gazebo juga sudah banyak dibangun jadi enak buat pengunjung,” ungkapnya, Minggu.

Untuk bisa mencapai lokasi wisata Gunung Ireng ini, wisatawan dapat dengan mudah mencarinya melalui aplikasi google map.

Waktu terbaik untuk mengunjungi lokasi ini adalah pagi hari sebelum matahari terbit di atas bukit, yakni sekitar pukul 05.45 WIB. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, pengunjung hanya perlu membayar tiket Rp5000 per orang untuk masuk ke lokasi wisata ini.

Lihat juga...