Mahasiswa UNIPA Tanam Pohon di Kawasan Mata Air

Editor: Koko Triarko

MAUMERE –  Save Water, Save Life, yang berarti menyelamatkan air, berarti menyelamatkan hidup, menjadi salah satu tema yang dibuat oleh kelompok mahasiswa Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere saat Kuliah Kerja Nyata-Mahasiswa Mandiri (KKN-MM) 2019 di desa Ri’it, kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

“Dalam beberapa minggu sebelumnya, kami mendapat keluhan dari masyrakat setempat, bahwa mereka sering kekurangan air bersih. Saat musim panas tiba, debit air berkurang,” sebut Donisisus Kono,Ketua Kelompok KKN-MM, Senin (27/5/2019).

Dikatakan Dionisius, jangkaun mata air juga sangat jauh, dan dilihat dari masyarakat yang kesehariannya, rata-rata petani kebun, maka penghijaun merupakan aksi nyata dari mahasiswa sendiri yang sangat baik dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat pedesaan.

Sekretaris Desa Ri’it, Oswaldus Bajo (kanan), menyerahkan bibit tanaman kepada Donisisus Kono, selaku ketua Kelompok KKN-MM. -Foto: Ebed de Rosary

“Penghijaun yang dilakukan di salah satu mata air yang terdekat ini, menjadi contoh untuk masyarakat, dan tidak berhenti di satu titik saja, melainkan menerapkan ke beberapa mata air selanjutnya. Semoga apa yang kami buat dan kerjakan dapat berguna untuk seluruh masyrakat kecamatan Nita, khususnya desa Ri’it,” ungkapnya.

Sekretaris Desa (Sekdes), Ri’it Oswaldus Bajo, mengucapkan banyak terima kasih kepada para mahasiswa KKN-MM. Mahasiswa mempunyai niat dan program yang mulia, karena melakukan penanaman pohon atau penghijaun di wilayah mata air tersebut.

“Hal ini menjadi motivasi kami, masyrakat Ri’it untuk melakukan penanaman selanjutnya ke mata air lainnya. Desa Ri’it memiliki mata air yang cukup banyak yang dialirkan ke beberapa dusun yang ada di desa Ri’it,” sebutnya.

Oswaldus mengatakan, desa lainnya juga mendapatkan air dari mata air di desanya. Desa Bloro yang merupakan salah satu desa tetangga, memperoleh air bersih yang dialirkan dari salah satu mata air yang ada di Desa Ri’it, yaitu mata air Diruk.

“Saya berharap, ketika telah melakukan penanaman pohon,  warga yang tinggal sekitar mata air atau daerah penanaman agar melakukan kontrol. Masyarakat juga harus melakukan penyiraman atau penataan yang baik,” pintanya.

Fransiskus R.N. Tanga, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini, mengatakan,tujuan mahasiawa KKN-MM melakukan penghijaun sebagai program unggulan, berangkat dari tema umum dari kampus sendiri, yaitu Bhakti Untuk Nian Tanah Sikka Menuju Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Agropolitan.

“Hal ini sangat berkaitan erat dengan program yang dibuat oleh mahasiswa KKN-MM tersebut. Ini sebagai salah satu bukti wujud nyata mahasiswa untuk memberikan contoh dan motivasi kepada masyarakat, agar mencintai lingkungan dan menjaga mata air,” tuturnya.

Penanaman pohon tersebut, kata Fransiskus, dilakukan oleh 29 mahasiswa di mata air Nahar. Mata air tersebut berjarak sekitar satu kilometer dari kantor desa Ri’it. Dalam penghijauan ini, masyarakat juga diajak ikut terlibat.

Lihat juga...