Layani Penumpang, Ruang Menyusui dan Difabel Jadi Perhatian ASDP
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Jelang angkutan mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah/2019, sejumlah fasilitas disiapkan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry.
Selain sebanyak 68 kapal roll on roll off (Roro), 6 dermaga dan puluhan loket kesiapan lain juga dilakukan. Direktur Utama (Dirut) ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, meminta agar pelabuhan Bakauheni siap menghadapi arus mudik lebaran.
Ia bahkan melakukan pemeriksaan kesiapan fasilitas ruang menyusui, ruang tunggu bagi anak-anak, jalur khusus bagi penumpang difabel.

Pada ruang nursery room tersebut Ira Puspadewi memastikan ketersediaan fasilitas wastafel, baby tafel (dipan dengan alas empuk untuk meletakkan bayi), kulkas, mainan anak, sofa, tempat ganti popok bayi, air panas untuk membuat susu formula.
Ia meminta ASDP Bakauheni bisa meningkatkan kenyamanan bagi pengguna jasa terutama para wanita yang membawa bayi dan waktu menyusui. Sebab pada arus mudik dan balik akan ada ribuan penumpang pengguna moda transportasi kapal laut.
Didampingi Hasan Lessy, General Manager PT. ASDP cabang Bakauheni, Ira Puspadewi juga mengecek sejumlah fasilitas untuk pelayanan angkutan lebaran. Loket pembelian tiket dengan menerapkan sistem nontunai (cashless) disediakan sebanyak 17 loket.
Loket bagi pembelian tiket pejalan kaki tersebut diantaranya sebanyak 5 loket untuk dermaga reguler dan 2 loket untuk dermaga eksekutif. Sebagai antisipasi lonjakan penumpang pejalan kaki disediakan 7 loket tambahan untuk dermaga reguler dan sebanyak 2 loket dermaga eksekutif.
“Penambahan loket untuk memudahkan pengguna jasa terutama pada angkutan lebaran arus mudik dan balik karena libur hari raya bersamaan dengan libur sekolah, pegawai negeri dan sektor swasta,” terang Ira Puspadewi saat mengecek sejumlah fasilitas di pelabuhan Bakauheni, Jumat (17/5/2019).
Selain fasilitas loket penumpang pejalan kaki, memudahkan pengguna jasa kendaraan roda dua sebanyak 15 loket disediakan. Loket yang disediakan tersebut meliputi loket reguler sebanyak 1 loket, loket eksekutif 1 loket dan tambahan loket portabel sebanyak 13 loket.
Persiapan untuk loket kendaraan roda empat disediakan sebanyak 19 loket diantaranya loket reguler sebanyak 8 loket, eksekutif 2 loket dan penambahan 5 loket reguler dan 4 loket eksekutif.
Antisipasi lonjakan arus penumpang pejalan kaki pada arus balik, fasilitas ruang tunggu di lantai dua juga menjadi perhatian.
Ira Puspadewi menyebut selain untuk ruang tunggu bagi orang dewasa fasilitas tempat bermain anak menjadi perhatian. Fasilitas ruang tunggu yang nyaman tersebut akan dilengkapi dengan kipas angin dan fasilitas lain.
Kenyamanan bagi pengguna jasa penyeberangan juga dilakukan dengan pembenahan sejumlah fasilitas gangway atau tempat pejalan kaki menuju ke kapal.
“Jangan sampai penumpang akan naik kapal dan turun kapal kepanasan maka harus disiapkan kipas dan disiapkan tempat khusus bagi wanita dan anak-anak,” terang Ira Puspadewi.
Selain sejumlah fasilitas tersebut keberadaan tempat pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian. Pelayanan kesehatan yang berada di dekat loket pejalan kaki ditangani oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
Pelayanan kesehatan bagi calon penumpang yang akan naik kapal dan turun kapal sangat penting dilakukan. Sebab angkutan lebaran dipergunakan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga.
Lonjakan angkutan lebaran 2019 naik sekitar 15 persen diakui La Mane, Direktur Usaha Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry.
Berdasarkan perhitungan pertumbuhan ekonomi dan akses transportasi melalui jalan tol trans Jawa dan Sumatera ikut memicu kenaikan penumpang kapal. Terlebih tiket pesawat yang kembali naik membuat masyarakat memilih beralih ke moda transportasi mobil dan kapal laut yang lebih murah.
Tantangan bagi penyedia jasa pelabuhan dilakukan dengan melakukan sejumlah persiapan.
“Akses transportasi yang memadai memperlancar mobilitas dan tiket pesawat mahal menjadi keuntungan sekaligus tantangan sektor jasa angkutan darat dan laut,“ beber La Mane.
Sebagai perbandingan data, pada angkutan lebaran tahun 2018 PT ASDP cabang Bakauheni mengangkut sebanyak 144.647 penumpang pada arus balik. Sebanyak 23.670 merupakan penumpang pejalan kaki, 120.977 penumpang di atas kendaraan.

Selain itu sebanyak 14.249 kendaraan roda dua dan sebanyak 17.205 unit kendaraan roda empat diseberangkan dari pelabuhan Bakauheni. Kenaikan sekitar 15 persen menurut La Mane mempertimbangkan lancarnya tol trans Jawa dan tol Trans Sumatera.
Bagi penumpang asal Sumatera tujuan pulau Jawa bisa memilih dermaga eksekutif maupun dermaga reguler. Bagi penumpang pejalan kaki berkoordinasi dengan DAMRI akan disediakan setidaknya 9-10 bus.
Bus tersebut akan melayani penumpang pejalan kaki yang berniat menggunakan layanan dermaga eksekutif. Selama ini fasilitas shuttle bus disediakan sebanyak 2 unit untuk antar jemput penumpang di dermaga eksekutif ke terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni.