ASDP Siapkan 69 Kapal Untuk Arus Mudik-Balik Lebaran
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Hadapi angkutan mudik dan balik lebaran, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, menyiagakan 69 kapal.
Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry, mengatakan, 69 kapal tersebut akan melayani dermaga reguler dan eksekutif. Sebanyak 4 kapal akan melayani dermaga eksekutif dan sebanyak 65 kapal reguler. Empat kapal eksekutif, yakni KM Portlink, KMP Batu Mandi, KMP Sebuku dan KMP Portlink III.
Kapal-kapal reguler itu, sebutnya, akan melayani pengguna jasa di lima dermaga. Dermaga yang digunakan adalah dermaga 1, 2, 3, 5 dan 6. Sementara dermaga 7 digunakan sebagai dermaga eksekutif.
Selain penyiapan dermaga, sejumlah lokasi penjualan tiket untuk kendaraan dan penumpang sudah disiapkan. Untuk mengantisipasi membludaknya pemudik, penambahan loket penjualan tiket dilakukan pada loket kendaraan roda empat, roda dua dan pejalan kaki.
Antisipasi lonjakan tersebut, kata Hasan Lessy, karena akses Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) sudah beroperasi penuh. Akses JTTS sepanjang 140,9 Kilometer ruas Bakauheni-Terbanggibesar sudah beroperasi penuh.

Sementara ruas Meskipun, ruas jalan tol Terbangi Besar – Kayuagung masih fungsional dan baru bisa dilalui satu lajur pada pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Beroperasinya tol akan membuat volume kendaraan yang menuju Bakauheni, meningkat.
“Beroperasinya jalan tol ikut menyumbang peningkatan volume kendaraan menuju Bakauheni, sehingga penambahan tiket kendaraan dan penumpang harus dilakukan,” terang Hasan Lessy, saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (11/5/2019).
Hasan Lessy menyebut, pada angkutan mudik 2019, sebanyak 34 loket penjualan tiket disiapkan. Jumlah tersebut lebih banyak dari tahun sebelumnya, yang hanya sekitar 28 loket. Penambahan dilakukan karena pada tahun ini sebanyak 6 dikhususkan 2 loket kendaraan roda dua dan 4 loket kendaraan roda empat yang akan menuju ke dermaga eksekutif.
Selain ke dermaga eksekutif, 15 loket kendaraan roda dua dan 13 loket roda empat disiapkan untuk ke dermaga reguler.
Sesuai rencana dengan peningkatan volume kendaraan roda dua, satu dermaga akan dikhususkan untuk pemudik dengan kendaraan bermotor. Di pelabuhan Merak, dermaga yang akan digunakan khusus untuk mengangkut roda dua adalah dermaga 7, dan sandar di dermaga 1.
Kondisi tersebut, akan terjadi saat arus mudik lebaran yang diprediksi terjadi tiga hari sebelum Ramadan. Penyiapan jalur khusus untuk kendaraan roda dua, dilakukan dengan membuat jalur khusus roda dua. Jalur penyelamat rem blong juga dibuat mendekati pintu masuk pelabuhan Bakauheni.
“Fasilitas jalur untuk kendaraan roda dua telah disiapkan langsung menuju ke loket pembelian tiket, terpisah dengan kendaraan roda empat,” beber Hasan Lessy.
Hasan Lessy juga menyebut, sesuai evaluasi angkutan mudik tahun sebelumnya, pemudik dominan berangkat pada malam hari dari Merak. Imbasnya, penumpang pejalan kaki dari Merak memilih bermalam di area tunggu pelabuhan Bakauheni.
Tahun lalu, ASDP mencatat 170.998 penumpang menyeberang dari Merak ke Bakauheni. Dari jumlah tersebut, 27.973 penumpang merupakan penumpang pejalan kaki, dan 143.025 merupakan penumpang di atas kendaraan.
“Tahun ini diprediksi ada kenaikan penumpang sekitar 30 persen, sehingga segala persiapan telah dilakukan,”ujarnya.
Antisipasi penyediaan kapal yang nyaman,telah dikoordinasikan dengan operator kapal. Sejumlah kapal berukuran besar dengan ukuran di atas 5.000 GT, akan dioperasikan untuk melayani pemudik.
Fasilitas tempat istirahat dilengkapi karpet, kipas angin, air minum, dan keamanan, telah disiapkan di pelabuhan Bakauheni. Ketersediaan armada lanjutan bagi penumpang yang akan melanjutkan perjalanan juga telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung dan Organda.
Selain sarana pendukung selama angkutan Lebaran, sejumlah fasilitas keselamatan telah disiapkan di pelabuhan Bakauheni. Di antaranya, ambulans, mobil derek, mobil pemadam kebakaran, tug boat, CCTV, tenda dan sejumlah toilet portable.
Hasan Lessy menyebut, sebelum angkutan Lebaran, sejumlah kapal juga telah diperiksa melalui uji petik untuk mengecek kesiapan alat alat keselamatan di kapal, yang akan dipakai untuk angkutan Lebaran.