Senkudaya Akan Jadi Unit Usaha Baru KSU Derami Padang

Editor: Koko Triarko

PADANG – Sentra Kulakan Posdaya (Senkudaya), yang sebelumnya berada di koperasi Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatra Barat, kini telah diambil alih oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang. 

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan proses pengalihan usaha Senkudaya masih berada di tingkat Yayasan Damandiri. Namun, diperkirakan pada pertengahan 2019 ini, Senkudaya bakal menjadi unit usaha baru di KSU Derami.

Ketua Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang Padang, Sayu Putu Ratniati/ Foto: M. Noli Hendra

“Sekarang di KSU Derami, ada Tabur Puja dan untuk Tabur Puja memiliki manajer. Setelah nanti Senkudaya menjadi unit usaha, maka akan ada manajer untuk menghandel Senkudaya. Dengan adanya dua unit usaha itu, semoga memberikan dampak positif bagi koperasi,” katanya, Jumat (26/4/2019).

Ia menjelaskan, seiring KSU Derami mencari kantor baru, nantinya juga akan dicari kantor yang dapat sekaligus memberikan ruang dibukanya Senkudaya. KSU Derami berharap betul, Senkudaya segera ada, karena diperkirakan bakal memberikan kemudahan bagi anggota Posdaya yang berada di bawah KSU Derami.

Untuk itu, KSU Derami saat ini tengah menunggu hasil audit aset Senkudaya yang sebelumnya di LKKS Provinsi Sumatra Barat. Terkait pengambilan alih Senkudaya dari unit usaha LKKS itu, sudah lama dibahas oleh pihak Yayasan Damandiri. Namun baru pada 2019 ini, rencana itu mulai berjalan, dan kini Senkudaya yang ada di jalan Ampang Kota Padang itu, dinyatakan tutup sementara waktu.

“Selama ini, Senkudaya itu banyak melayani warung-warung kecil. Semoga nantinya setelah Senkudaya kembali beroperasi, pelanggan tetap kembali,” ujarnya.

Menurutnya, Senkudaya akan bisa memiliki peran dalam pengembangan usaha-usaha Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya). Setelah Senkudaya menjadi unit usaha dari KSU Derami, secara kebutuhan warung kelontong anggota Posdaya, akan dihandel langsung oleh KSU Derami.

Ayu menceritakan, dahulu telah ada pendataan jumlah warung kelontong milik anggota Tabur Puja yang tersebar di seluruh Posdaya di Padang. Jumlahnya mencapai ratusan. Sistem kerja sama Senkudaya dengan KSU Derami dahulu itu, Posdaya akan menjadi mitra Senkudaya, di mana Senkudaya berperan sebagai distributor. Namun rencana tersebut gagal di tengah jalan, karena adanya beberapa pihak yang masih ragu soal kerja sama tersebut.

Ayu menilai, setelah Senkudaya berada dalam pengelolaan KSU Derami Padang, maka dapat dipastikan geliat usaha warung kelotong anggota Posdaya akan tumbuh dengan baik.

“Apalagi, harga-harga yang ditetapkan oleh KSU Derami direncanakan akan lebih murah dibandingkan dengan harga toko-toko grosiran atau enceran lainnya. Tujuannya jelas, untuk membantu masyarakat mengembangkan usahannya,” sebutnya.

Ia menjelaskan, kehadiran Senkudaya tidak hanya sebatas menjual kebutuhan untuk anggota Posdaya. Tapi melihat cara mengembangkan Senkudaya, dahulu, yakni melahirkan Posdaya – Posdaya baru. Namun, setelah Senkudaya di KSU Derami tidak memungkinkan mendirikan Posdaya baru.

Untuk itu, Senkudaya direncanakan bekerja membantu warung-warung masyarakat, bukan berupa uang, tapi berupa barang, yakni barang yang bisa dijual di warung. Senkudaya memberikan solusi kepada warung-warung yang masih terkendala dengan permodalan untuk menambah isi warungnya.

“Barang-barang yang tersedia di Senkudaya itu sangat lengkap, sehingga apa pun yang dibutuhkan oleh masyarakat tersedia. Jika tidak ada yang dibutuhkan, Senkudaya akan mencarinya untuk memenuhi kebutuhan yang kurang itu,” ungkapnya.

Ayu menyatakan, Senkudaya yang ada tersebut merupakan satu-satunya di wilayah Sumatra Barat. Meskipun koperasi mitra Yayasan Damandiri ada di Kabupaten Solok, tapi keberadaan Senkudaya hanya ada di Padang.

Lihat juga...