Kuliner Berkontribusi Besar Dukung Pertumbuhan Kota Malang
Editor: Satmoko Budi Santoso
MALANG – Wakil wali kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan, bidang akomodasi makanan dan minuman (kuliner) menjadi salah satu sektor pendukung pertumbuhan ekonomi terbesar di kota Malang.
“Bidang akomodasi makanan dan minuman memberikan kontribusi terbesar kedua sebesar delapan persen lebih dalam pertumbuhan ekonomi kota Malang, setelah bidang transportasi dan pergudangan,” sebutnya, usai membuka Festival Kuliner di lapangan Rampal, Sabtu (27/4/2019).
Disampaikan Edi, usaha kuliner merupakan salah satu jenis bisnis yang banyak digandrungi para pelaku usaha. Bagi sebagian masyarakat yang hidup di daerah, banyak di antara mereka yang mengembangkan makanan khas daerahnya dengan berbagai kreasi makanan, mulai dari yang unik sampai ekstrem.
Selain itu, kuliner juga merupakan salah satu elemen penting dari keberhasilan pengembangan dunia pariwisata.
Menurutnya, dunia kuliner Indonesia khususnya di kota Malang, saat ini terasa semakin berkembang. Hal tersebut dapat terlihat dari semakin banyaknya kuliner yang ada di setiap daerah tak terkecuali di kota Malang.
“Sebagai kota wisata, kuliner Malangan juga menjadi salah satu daya tarik wisata. Oleh karenanya, para pelaku usaha kuliner harus dapat menggali dan mengangkat keunikan budaya kuliner daerah serta dikemas dan dipromosikan dengan optimal. Agar dapat memperkaya khazanah kuliner tanah air,” terangnya.
Diakui Edi, kota Malang memang tidak memiliki daya tarik wisata alam seperti di wilayah Kabupaten Malang maupun kota Batu. Sehingga daya tarik wisata kuliner inilah yang harus terus menerus ditingkatkan.
Terlebih kota Malang juga telah mendeklarasikan diri sebagai kota wisata halal, salah satunya dengan memasyarakatkan produk-produk kuliner yang halal, aman dan sehat.
“Oleh karenanya saya menyambut baik festival kuliner hari ini. Tentunya kegiatan ini diharapkan juga mampu menambah semarak peringatan HUT kota Malang ke-105,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, menyampaikan, festival kuliner sengaja diselenggarakan dalam rangka pengembangan dan pembinaan ekonomi kreatif.

“Sebagai kota kreatif, potensi-potensi kreatif khususnya di bidang kuliner secara rutin kami gelar sebagai bentuk pengembangan kreativitas. Agar pelaku kuliner dapat lebih berkreasi dalam menampilkan kuliner kreatif melalui inovasi resep, rasa dan suguhan kuliner,” ujarnya.
Dengan begitu, diharapkan, kuliner Malang bisa menjadi daya tarik wisata dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kota Malang.
Lebih lanjut disampaikan, kota Malang telah ditetapkan sebagai 16 destinasi wisata halal unggulan di Indonesia bersama dengan kota Batu dan Kabupaten Malang.
“Untuk itu, para peserta festival kuliner kali ini akan diprioritaskan untuk mendapatkan pendampingan Halal Center dari beberapa perguruan tinggi,” pungkasnya.