Hasil Panen Duku Kalikajar Turun 90 Persen

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga menyayangkan sebagian besar para petani masih menganggap tanaman duku sebagai komoditas sampingan.

Akibat minimnya perawatan terhadap pohon duku ini, hasil panen di sentra penghasil duku, Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga menurun dratis. Dibandingkan dengan panen tahun lalu, hasil panen kali ini menurun hingga 90 persen.

Padahal duku Kalikajar ini sudah sangat dikenal, bahkan sampai keluar Kabupaten Purbalingga. Duku Kalikajar juga sudah mendapat pasar tersendiri, dimana warga Purbalingga, Banyumas dan sekitarnya, jika hendak membeli duku, pasti akan bertanya apakah ini duku Kalikajar atau bukan.

“Duku Kalikajar ini sudah sangat dikenal, karena buahnya memang bagus dan rasanya manis. Sehingga sangat disayangkan kalau hasil panen tahun ini menurun dratis,” kata Kepala Dinpertan Kabupaten Purbalingga, Lily Purwati, Sabtu (6/4/2019).

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Lily Purwati. – Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Lily menjelaskan, di Desa Kalikajar kurang lebih ada 3000 pohon duku produktif dengan produksi rata-rata per pohonnya mencapai 75 kilogram. Sehingga produksi Duku Kalikajar bisa mencapai 225 ton per tahunnya. Tahun 2018, hasil panen duku Kalikajar mencapai 100 persen, artinya seluruh pohon duku berbuah dan bisa dipanen dengan maksimal. Namun, tahun ini hanya sekitar 300 pohon duku yang bisa dipanen.

“Petani masih beranggapan tanaman duku ini sebagai tanaman sampingan, sehingga soal pemupukan, pasokan nutrisi dan pemeliharaan tidak begitu diperhatikan. Pohon duku dibiarkan saja tanpa perawatan, akhirnya banyak yang tidak berbuah tahun ini,” terangnya.

Selain itu, intensitas hujan yang cukup tinggi, juga menjadi salah satu faktor gagal panennya duku. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak bunga dan buah duku yang masih kecil-kecil berjatuhan. Tanaman juga banyak yang terkena serangan hama, seperti penggerek buah, jamur dan juga lalat buah.

Dinpertan Kabupaten Purbalingga sudah melakukan imbauan kepada para petani untuk lebih merawat tanaman dukunya.

Petani diminta untuk melakukan pengendalian hama dan untuk mencegah rontoknya buah yang kecil-kecil, petani diimbau untuk membungkus buah duku di pohon dengan cara dibrongsong menggunakan anyaman bambu.

Brongsong ini memang sebagai upaya untuk melindungi buah duku. Supaya duku terhindar dari jangkauan hama serta menstablikan suhu udara di sekitar buah.

“Dinpertan Purbalingga sendiri berupaya untuk terus melestarikan dan mempromosikan Duku Kalikajar agar tetap lestari dan memiliki keunggulan teknis yang tinggi,” jelasnya.

Lihat juga...