Gebyar Bola Voli Dusun Kelaten Jaring Atlet Berbakat
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Sebanyak 25 tim bola voli berlaga dalam gebyar bola voli antardusun di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).
Wagirin, salah satu aparat desa di Desa Kelaten, menyebut lomba olah raga antardusun merupakan upaya meningkatkan minat olah raga, terutama bola voli. Kegiatan yang digagas oleh Pemerintah Desa Kelaten ini merupakan bagian dari revitalisasi sarana olah raga di wilayah tersebut.

Menurut Wagirin, sebagian lapangan bola voli merupakan fasilitas yang baru dibangun setelah proyek Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Sebelumnya, ada tiga lapangan bola voli di seluruh wilayah Desa Kelaten, selanjutnya mulai dilakukan pembangunan fasilitas lapangan bola voli baru atas swadaya masyarakat. Dan, tujuh lapangan bola voli mulai bisa digunakan oleh masyarakat.
“Salah satu cara menyalurkan bakat, penjaringan atlet berprestasi dalam bidang olah raga bola voli adalah dengan menggelar kompetisi antardusun, yang sudah digelar sejak sepekan lalu, di Dusun Sidorejo ini,” terang Wagirin, Jumat (1/3/2019).
Wagirin menyebut, turnamen bola voli yang digelar tersebut terbagi dalam kategori tim putra dan putri. Setiap kategori terbagi dalam grup A putra, yang diikuti oleh tim dari Sidorejo A, Sidorejo B, Sidotempel, Karang anyar A, Kelaten Kulon. Grup B diikuti oleh Kelaten Atas, Kelaten Kulon B, Karang Anyar B, Sidodadi, Karang Anyar.
Pada kategori tim putri, sejumlah tim terbagi dalam grup A, di antaranya Sidodadi, Karang Anyar A, Kelaten Kulon, Sido Tempel. Pada grup B putri, yang mengirimkan tim di antaranya Kelaten Atas, Kelaten Kulon dan Karang Anyar.
Sejumlah tim yang sudah memasuki babak penyisihan sejak Senin (25/2) pada grup A, di antaranya tim Kelaten Atas melawan tim Sidorejo B, yang dimenangkan oleh tim Sidorejo B.
Tim Sidorejo A berhadapan dengan tim Kelaten Kulon A, dan dimenangkan oleh Kelaten Kulon A. Sejumlah tim yang masih berhadapan pada babak penyisihan di grup A putra dan grup B putra serta grup A putri dan grup B putri, akan berlangsung hingga Rabu (6/3), saat babak semi final serta babak final akan digelar pada Jumat (8/3) mendatang.
Antusiasme peserta yang mendaftar, sebut Wagirin, membuat peserta setiap dusun tidak dibatasi. Setiap dusun bahkan mengirimkan dua hingga empat tim untuk bertanding pada gebyar bola voli antardusun tersebut.
Meski pertandingan ini hanya di tingkat dusun, namun akan rutin dilakukan setiap tahun. Sebagai penyemangat tim yang bertanding, Pemerintah Desa dan Karang Taruna Kelaten juga menyediakan piala bergilir, trophy serta uang pembinaan.
“Turnamen bola voli yang digelar akan menjadi kegiatan rutin tahunan, sebagai salah satu kegiatan pembinaan dalam bidang olah raga bola voli,” terang Wagirin.
Selain dalam gebyar bola voli antardusun, Wagirin menyebut tim bola voli dari Desa Kelaten juga berlaga pada turnamen terbuka di Desa Sripendoro, Kecamatan Ketapang.
Kecintaan masyarakat akan olah raga bola voli, ikut didukung dengan dibangunnya sejumlah fasilitas olah raga bola voli. Lapangan bola voli yang dibuat berstandar nasional.
Lapangan bola voli itu, sebut Wagirin, memiliki panjang 18 meter dan lebar 9 meter serta panjang garis serang 3 meter. Dukungan fasilitas olah raga bola voli tersebut, semakin meningkat dengan adanya swadaya dari masyarakat di setiap dusun.
Sejumlah donatur yang memiliki kepedulian pada olah raga bola voli, memberikan dukungan dengan bantuan bahan pembuatan lapangan berupa semen dan pasir. Selain itu, fasilitas berupa bola serta net juga diberikan untuk memfasilitasi para pecinta olahraga bola voli.
Bawor, salah satu pemain bola voli dari tim Sidorejo, menyebut keberadaan lapangan bola voli sangat memadai di seluruh Desa Kelaten.
Keberadaan sarana olah raga tersebut digunakan oleh warga untuk bermain sekaligus berlatih bola voli. Penyelenggaraan turnamen yang dibuat dalam bentuk gebyar bola voli, menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan setiap tim.
Beberapa pemain bola voli berbakat, bahkan diikutsertakan mewakili tim bola voli desa untuk bertanding dengan tim dari desa lain.
Setiap dusun yang memiliki fasilitas lapangan bola voli, sebut Bawor, sekaligus mendukung setiap tim berlatih. Kegiatan latihan bola voli kerap dilakukan oleh warga pada sore hari, seusai warga selesai melakukan aktivitas pekerjaan rutin.
Pada akhir pekan, terutama saat kondisi cuaca cerah di sejumlah lapangan juga digelar kegiatan latihan bola voli pada malam hari, dengan fasilitas lampu penerangan memadai.
Olah raga bola voli diakomodir oleh pihak desa, dengan penyediaan lahan sehingga dalam satu desa saat ini memiliki tujuh lapangan bola voli.