BUMN Didorong untuk Support UMKM
Editor: Satmoko Budi Santoso
PURWOKERTO – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Dito Ganinduto, meminta agar BUMN-BUMN memberikan support serius terhadap perkembangan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya masing-masing. Sebab, perkembangan UMKM merupakan salah satu indikasi kemajuan ekonomi di wilayah tersebut.
Dito mengakui, selama ini peran BUMN, seperti perbankan dan Pertamina cukup besar dalam pengembangan UMKM melalui kegiatan atau program-program dari corporate social responsibility (CSR). Namun, masih perlu untuk didorong terus. Terutama BUMN di daerah-daerah.
ʺSelama ini dari pantauan kita, BUMN yang paling sering memberikan support kepada UMKM dari kalangan perbankan, terutama bank-bank pemerintah. Kita sangat mengapresiasi hal tersebut, namun akan lebih baik jika kegiatan CSR tersebut juga dilakukan di daerah-daerah. Sebab pusat UMKM sebagian besar berada di daerah,ʺ kata wakil rakyat dari Partai Golkar ini, usai menghadiri acara pelatihan wirausaha pemula di Purwokerto, Senin (26/2/2019).
Support terhadap UMKM bisa dilakukan dalam bentuk memberikan bantuan modal, bantuan peralatan usaha atau dengan mengadakan pelatihan-pelatihan kewirausahaan.
Dito mengatakan, untuk pelatihan kewirausahaan yang digelar Komisi VI DPR RI bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementrian Perindustrian ini, tidak hanya sekali datang dan selesai. Melainkan ada tindak lanjut pascapelatihan.
ʺPeserta pelatihan ini akan didata, kemudian pascapelatihan, kita dampingi mereka. Jika muncul masalah, maka akan dicarikan solusi bersama, inti persoalan di mana dan kita akan memecahkan bersama pihak terkait. Misalnya jika bermasalah dengan perizinan, maka kita akan langsung duduk bersama BKPM dan seterusnya,ʺ terangnya.
Menurut Dito, Kabupaten Banyumas dan Cilacap mempunyai potensi UMKM yang sangat besar. Di Kabupaten Cilacap misalnya, potensi ikan laut bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan.
Dalam pelatihan wirausaha pemula ini, para ibu membuat aneka nuget berbahan baku ikan, kemudian tahu bakso rasa ikan udang tepung dan lain-lain. Hasil olahan ibu-ibu ini jauh lebih enak dan sehat, daripada makanan cepat saji yang dijual di pasaran. Campuran ikannya mendominasi sehingga cita rasa ikan sangat terasa.
ʺProduk UMKM ini memiliki keunggulan masing-masing, namun masih terkendala dalam soal pengemasan dan pemasaran. Untuk itulah diperlukan peran BUMN yang bisa memberikan support serta memfasilitasi pemasaran produk. Dalam era digital seperti sekarang ini, pemasaran melalui media online mutlak harus dilakukan untuk mendongkrak pemasaran,ʺ tuturnya.