TNI Komitmen Bantu Jaga Hutan di NTB

Editor: Koko Triarko

Komandan Korem 162 Wira Bhakti, Kolonel. CZI. Ahmad Rizal Ramdhani/ Foto: Turmuzi

MATARAM – Sebagian besar kawasan hutan yang mengalami kerusakan akibat perambahan dan aksi pembalakan liar, mengundang keprihatinan Komandan Korem 162 Wira Bhakti, Kolonel. CZI. Ahmad Rizal Ramdhani. Akibat perambahan dan aksi perambahan tersebut, kawasan hutan di NTB menjadi gundul, pepohonan yang seharusnya berfungsi sebagai penyangga air dan tanah pegunungan banyak hilang akibat ditebang secara liar.

“Kalau kita perhatikan, kondisi kawasan hutan kita sudah sangat menghawatirkan, karena itu jajaran TNI berkomitmen ikut membantu Pemprov NTB memberantas aksi illegal logging,” kata Rizal, di Mataram, Rabu (16/1/2019).

Kondisi tersebut kalau dibiarkan, selain bisa menimbulkan kerusakan lingkungan, juga bisa menimbulkan bencana alam. “Maka, jangan heran kalau terjadi bencana longsor dan banjir, itu karena ulah manusia,” katanya.

Selain membantu memberantas aksi kejahatan illegal logging, jajaran TNI juga siap membantu melakukan proses penghijauan kawasan hutan yang gundul dan mengalami kerusakan, melakukan penanaman kembali dengan melibatkan masyarakat.

“Untuk penghijauan, TNI sudah mulai melakukan, salah satunya di Lombok Barat, bekerja sama dengan Pemda Lobar termasuk melibatkan masyarakat”, katanya.

Lebih lanjut, Rizal juga  mengingatkan masyarakat, khususnya korban gempa,  dilarang mengambil kayu dari kawasan hutan lindung untuk kebutuhan Rumah Instan Kayu (Rika).

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, luasan lahan kritis di daerah tersebut, sampai sekarang mencapai 578.645,97 hektare. Sekira 13,19 persen kerusakan terjadi di kawasan hutan yang total luas lahannya mencapai 1.071.722,83 hektare.

Luasan tersebut terbagi atas hutan lindung seluas 41,91 persen, hutan produksi 41,89 persen dan hutan konservasi 16,20 persen. Keberadaanya tersebar secara merata di seluruh NTB.

“Pembukaan lahan untuk bercocok tanam dan kebakaran hutan, baik karena faktor cuaca maupun yang sengaja dibakar, juga menjadi penyebab terjadinya kerusakan hutan,” pungkasnya.

Lihat juga...