Kembangkan UMKM, Salurkan Dana CSR
Editor: Satmoko Budi Santoso
MATARAM – Sektor perbankan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun pelaku usaha lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat diminta lebih banyak salurkan dana bantuan CSR untuk membantu pengembangan masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Perbankan, BUMN maupun pelaku usaha lain, setiap tahun memiliki dana CSR untuk masyarakat, diharapkan dana-dana tersebut bisa lebih banyak digunakan untuk pemberdayaan masyarakat UMKM,” kata Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, Jumat (18/1/2019).
Menurutnya, pemberdayaan diberikan, bisa dalam bentuk bantuan modal usaha maupun pembinaan dan pelatihan meningkatkan SDM, baik terkait pengembangan kualitas produk, pemasaran maupun kemasan.
Penyaluran dana CSR dengan cara tersebut dinilai akan lebih banyak memberikan kemanfaatan dan dirasakan langsung oleh masyarakat, disalurkan untuk kebutuhan konsumtif masyarakat.
“Salah satu permasalahan UMKM kita adalah terkait kemampuan mengemas, termasuk dari sisi pemasaran yang membutuhkan dukungan,” katanya.
Niken menjelaskan dari sisi kreativitas, masyarakat pelaku UMKM sudah banyak mengalami kemajuan. Ia mencontohkan, UMKM produk olahan Sasak Maiq Produsen Tortilla di Senteluk, Lombok Barat, misalnya.
Disamping memproduksi sendiri juga memasarkan dan mengirim hasil produk olahan ke toko oleh-oleh yang ada di Nusa Tenggara Barat. Berbagai macam makanan dari mentah sampai siap saji dijual, antara lain seperti keripik tortila, kacang mete, dan rumput laut.
Ada juga kopi rumput laut, terasi dan berbagai olahan makanan rumput laut, tetapi memiliki rasa jagung. Hal ini tentu merupakan cita rasa menarik dan membuat masyarakat ingin membeli.
“Karena itu, perbankan dan pemerintah harus membantu dan memfasilitasi menyediakan layanan permodalan serta rumah kemasan harus dimanfaatkan. Tentunya dengan fasilitas dan jumlah alat yang lebih memadai dari yang ada sekarang,” katanya.
Pemilik UMKM Sasak Maiq, Baiq Siti Suriani, menyampaikan, kendala yang dialami saat ini yaitu, pada proses kemasan, sehingga membutuhkan alat untuk mengemas yang lebih inovatif lagi.
Meski demikian dari sisi pemasaran produk olahan Sasak Maiq, selain telah masuk toko oleh-oleh, juga telah masuk pasar modern seperti Mini Mart, ritel modern hingga ruang tunggu bandara internasional Lombok.
Dikatakan, UMKM Sasak Maiq sendiri merupakan nama unit usaha pengolahan di Desa Senteluk, Lombok Barat, yang produk utamanya adalah tortilla. Produk ini sudah dipasarkan sampai ke Inggris, setelah menjadi mitra kerja kelompok-kelompok pengolahan di desa-desa pesisir Lombok Barat.