Agupena Flotim Gencarkan Agenda Tur Literasi

Editor: Mahadeva

LARANTUKA – Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) Flores Timur (Flotim), gencar mengagendakan tur literasi di daerah tersebut. Saat ini Agupena, menjadi satu-satunya organisasi yang menebarkan virus literasi hingga ke pelosok kecamatan dan desa di Flotim.

“Kami akan terus melakukan kegiatan literasi hingga ke pelosok desa di 2019 ini. Akhir 2018, kami melakukan tur literasi ke Kabupaten Ngada, Nagekeo dan Lembata, untuk menyebarkan virus literasi,” sebut Maksimus Masan Kian, Ketua Agupena Flotim, Kamis (3/1/2019).

Meski memiliki keterbatasan, pengurus Agupena Flotim tetap bersemangat untuk berkarya. Gerakan literasi dilakukan di sekolah-sekolah, dengan mengadakan workshop dan lomba menulis. “Apa yang sudah dilakukan di 2018 lalu, akan kami tingkatkan lagi di 2019. Kami bersyukur, Agupena Flotim sukses mengadakan workshop menulis untuk pelajar dan guru memperingati hari lahir Agupena tingkat nasional di Larantuka,” sebutnya.

Membangun gerakan literasi melalui sekolah dinilai sangat efektif. Sudah banyak pelajar yang kini mulai aktif menulis, baik puisi, cerpen termasuk ceritera rakyat. Hasil karya para pelajar dilombakan, dan dibacakan dalam berbagai acara, baik di sekolah maupun di berbagai kegiatan worksop menulis.

Maksi bersyukur, gerakan literasi di Flotim semakin kuat. Guru-guru muda bersemangat menulis dengan semangat, bekerja keras dan pantang menyerah. “Saya bersyukur dibantu teman-teman guru di berbagai pelosok kecamatan yang selalu bersemangat menggerakan literasi di wilayahnya. Meski dengan keterbatasan mereka rela bekerja bahkan harus mengeluarkan dana dari kantong pribadi untuk menggagas sebuah kegiatan,” tuturnya.

Bupati Flotim, Antonius Gege Hadjon, mengapresiasi kegiatan Agupena di daerahnya. Agupena Flotim adalah, kumpulan para guru yang gemar menulis, keberadaanya sangat positif untuk mendorong literasi di kalangan pelajar maupun masyarakat umum. “Saya salut mereka anak-anak muda yang mau bekerja keras untuk menularkan virus literasi di Flotim. Apa yang dilakukan sudah mulai dirasakan, saat ini banyak guru dan masyarakat yang mulai menulis buku,” ungkapnya.

Pemerintah daerah diklaimnya, mendukung kegiatan literasi tersebut. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Flotim, selalu bekerjasama dengan Agupena untuk menjalankan program tersebut. Pemerintah selalu memberi dukungan untuk kegiatan positif ini. “Saya juga telah meminta agar perpustakaan daerah membeli buku-buku hasil karya para guru dan masyarakat untuk ditaruh di perpustakaan ini. Dengan ditetapkannya Flotim sebagai kabupaten literasi, pemerintah ingin agar gerakan literasi semakin membumi di Flotim,” tuturnya.

Di 2019, pemerintah daerah, akan terus bergandeng tangan dengan Agupena dan komunitas lain, dalam berbagai kegiatan literasi. Pemerintah bertindak sebagai fasilitator, sementara semua kegiatan diserahkan kepada komunitas dan organisasi.

Lihat juga...