UMKM di NTB Perlu Didorong Mandiri Supaya Naik Kelas

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Kepala Dinas Koperasi dan UMK NTB, Lalu. Saswadi. Foto : Turmuzi

MATARAM — Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Provinsi Nusa Tenggara Barat selama ini masih banyak bergantung dari intervensi pemerintah termasuk pihak lain, baik dalam hal permodalan, promosi maupun pemasaran dan peningkatan kualitas produk dihasilkan.

Itulah salah satu yang menyebabkan mengapa sulit berkembang. Padahal kalau bisa mandiri, selain akan mudah berkembang, juga cepat naik kelas, dari industri kecil menjadi menengah hingga besar.

“Untuk itulah kalau ingin maju dan berkembang lebih luas, UMKM yang ada harus terus didorong bisa mandiri dari ketergantungan pihak lain, maupun pemerintah,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMK NTB, Lalu. Saswadi di Mataram, Selasa (27/11/2018).

Supaya bisa naik kelas, manajemen usaha harus menjadi perhatian. Selain itu kualitas produk dihasilkan juga harus terus ditingkatkan, termasuk pola akses pemasaran dan promosi.

Menurutnya, kalau UMKM yang sudah besar dan berkembang, maka akses pinjaman modal dari berbagai lembaga keuangan dan perbankan akan lebih mudah didapatkan, tanpa ada campur tangan atau intervensi pemerintah.

“Pihak perbankan tentu tidak akan ragu memberikan dan mengucurkan dana pinjaman bagi UMKM, meski jumlah besar, karena melihat usaha dijalankan maju dan berkembang,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani mengaku terus berupaya membantu UMKM yang ada memperluas jaringan pemasaran produk dihasilkan, tidak di tingkat nasional, juga internasional.

Karena itu masyarakat pelaku UMKM juga diminta lebih melek dengan perkembangan teknologi, terutama dalam hal pemasaran, dengan memanfaatkan media sosial internet melakukan promosi dan pemasaran, sehingga bisa dikenal luas masyarakat.

Dengan begitu, konsumen akan lebih mudah melakukan transaksi penawaran pembelian maupun pembayaran cukup melalui dunia Maya, tanpa harus datang ke NTB.

Lihat juga...