Bola-bola Perkedel, Kreasi Kuliner Tradisional Warga Lamsel

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Perkedel merupakan salah satu makanan yang terbuat dari kentang yang digoreng atau direbus sebelum dilumatkan. Sebelum digoreng, kentang direbus terlebih dahulu, dilumatkan, dan dicampur dengan daging, irisan daun bawang, daun seledri serta sejumlah bumbu.

Kreasi makanan terbuat dari kentang tersebut, kerap dibuat oleh warga di pedesaan dengan bahan talas. Bola-bola perkedel berasal dari talas, salah satunya dibuat Lisdaryanti warga Penengahan Lampung Selatan (Lamsel).

Ia menyebut, bola-bola perkedel talas dibuat dengan proses yang sama seperti pembuatan perkedel kentang. Bahan dari talas dipilih karena tekstur lembut talas sangat cocok untuk dibentuk menjadi perkedel.

Lisdaryanti mengaku, sengaja memilih talas belitung atau dikenal dengan kimpul. Tanaman yang kerap tumbuh subur saat musim penghujan tersebut diakuinya sengaja dikembangkan di pekarangan.

Proses pengolahan makanan berbahan talas disebutnya kerap bervariasi dari seksdar direbus, digoreng hingga dibuat menjadi kue tradisional. Kreasi makanan berbahan talas seperti keripik talas bahkan pernah dibuat olehnya sebagai camilan.

Talas yang memiliki sumber karbohidrat tinggi pengganti nasi sangat cocok digunakan sebagai cadangan bahan makanan. Bola-bola perkedel talas menjadi salah satu kreasi camilan sekaligus cocok disajikan sebagai menu sarapan pengganti nasi.

Menu bola-bola perkedel talas siap disantap – Foto Henk Widi

“Pemanfaatan talas untuk diolah menjadi bola-bola perkedel kerap dilakukan sebagai camilan atau kue yang disajikan saat ada pertemuan keluarga, arisan serta hidangan bagi anggota keluarga saat santai,” terang Lisdaryanti, saat ditemui Cendana News, tengah melakukan proses pengolahan bola-bola perkedel talas, baru-baru ini.

Talas belitung atau dikenal masyarakat dengan kimpul, bentul (Xanthosoma sagittifolium) sengaja dipilih karena mudah diperoleh. Selain ditanam di pekarangan rumah, talas jenis tersebut, diakuinya, ditanam di pematang sawah bersamaan dengan masa tanam padi.

Stok persediaan talas tersebut kerap disiapkan di rumah karena talas bisa tahan berbulan-bulan. Rasa pulen talas jenis tersebut menjadikan talas kimpul kerap diolah menjadi bahan makanan salah satunya bola-bola perkedel.

Proses awal pembuatan bola-bola perkedel talas, diakui Lisdaryanti, cukup sederhana. Talas yang sudah disediakan dibersihkan dari kotoran pada bagian kulit lalu dikukus dengan tetap menyertakan kulit.

Proses pengukusan dilakukan hingga talas empuk dan kulit bisa dikupas untuk diambil bagian umbi yang berwarna putih. Umbi talas matang yang sudah dikupas selanjutnya dihaluskan atau dilumat.

“Menghaluskan talas yang sudah matang bisa ditumbuk dalam lumpang batu atau diremas menggunakan tangan memakai plastik agar tidak lengket. Karena talas lembut mudah dihaluskan,” beber Lisdaryanti.

Umbi talas rebus yang sudah dilumatkan selanjutnya diberi campuran berbagai jenis bumbu seperti membuat perkedel. Lisdaryanti mengaku, menggunakan bahan sederhana di antaranya cukup memakai telur bebek, garam, penyedap rasa, daun bawang ,ebi atau udang kecil serta tambahan terigu.

Setelah semua bahan tercampur sempurna, adonan dicetak berbentuk bola-bola menggunakan plastik dan dikepal memakai tangan.

Proses selanjutnya, bola-bola perkedel talas digoreng menggunakan minyak panas hingga matang. Bola-bola perkedel talas juga menurut Lisdaryanti kerap digoreng dengan tepung pembuat ayam krispi sehingga disukai anak-anak.

Setelah matang bola-bola perkedel talas bisa disajikan dengan tambahan sambal cocolan. Sambal cocolan yang dibuat biasanya bisa berupa sambal terasi dan kerap disajikan dengan memakai kuah cuka untuk empek-empek.

Yohana, salah satu anggota keluarga mengaku, bola-bola perkedel talas dengan kreasi unik memiliki rasa yang lezat. Dikombinasikan dengan tepung krispi untuk menggoreng ayam membuat cita rasa bola-bola perkedel talas terasa renyah.

Selain bisa dipergunakan untuk lauk makan nasi dengan adanya campuran ebi atau udang kecil serta telur, bola-bola perkedel bisa digunakan sebagai camilan pengganti sarapan dengan sumber karbohidrat yang pas. Tambahan sambal cocol terasi dan teh hangat semakin menggugah selera menikmati bola-bola perkedel talas.

Suwardi, salah satu warga Penengahan memanfaatkan talas untuk bahan makanan – Foto Henk Widi

Sumardi, salah satu penanam berbagai jenis talas menyebut, kreasi makanan berbahan talas bisa menjadi alternatif camilan. Laki-laki yang kerap memanfaatkan talas untuk direbus tersebut mengaku, kerap menjual talas kepada pembuat keripik.

Olahan berbahan talas disebutnya bisa menjadi pelengkap keragaman kuliner tradisional yang sudah ada. Saat musim hujan pasokan talas melimpah, Sumardi menyebut, bahan pangan tersebut bahkan bisa jadi pilihan pengganti nasi dengan nilai gizi yang cukup baik seperti beras.

Lihat juga...