Jember, Tuan Rumah Kejurnas Terbang Layang 2018
Editor: Mahadeva WS
JEMBER – Jember ditunjuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Terbang Layang, pada 26 hingga 31 Oktober 2018. Kejuaraan tersebut, diikuti atlet dari tujuh provinsi.
Sebanyak 70 atlet, yang terdiri dari 54 atlet putra dan 16 atlet putri, akan meramaikan kejurnas kali ini. “Sejatinya kegiatan ini bernuansa menjalin persaudaraan yang luar biasa,” ujar Bupati Jember, Faida, saat pembukaan Kejurnas Terbang Layang di Bandara Notohadinegoro, Jumat (16/10/2018).
Faida menyebut, Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia(PB FASI) dan KONI Jember bersepakat, untuk bersinergi mengembangkan olahraga dirgantara tersebut. Terutama untuk mempersiapkan diri menyambut PON 2020. Kejuaraan tersebut diharapkan bermanfaat maksimal, baik bagi atlet maupun provinsi yang mengirimkan atlet, dan bagi prestasi nasional, untuk meraih prestasi.

Penyelenggaraan Kejurnas Tebang Layang di Jember, selain untuk prestasi, juga menjadi ajang wisata dirgantara bagi pelajar di Jember. “Kesempatan ini semoga dapat dimanfaatkan sebagai satu kegiatan wisata edukasi di Kabupaten Jember,” harapnya.
Ketua Persatuan Olahraga Dirgantara (Kapodirga) Terbang Layang, PB FASI, Marsekal Muda Yoyok Yekti Setyono, menyebut, Kejurnas Terbang Layang di Jember, adalah salah satu upaya untuk memopulerkan olahraga tersebut kepada masyarakat. Olahraga ini diharapkan, dapat membantu memupuk rasa kebersamaan sehingga minat terhadap olahraga dirgantara dapat tumbuh di hati masyarakat. “Bahkan menambah daya tarik minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Jember,” kata Yoyok.
Kejurnas digelar, juga untuk mencari dan menambah bibit-bibit atlet berbakat. Atlet yang tangguh, dan handal, untuk pembinaan dan pengembangan olahraga dirgantara. Olahraga mempunyai sifat mempersatukan.
Danlanud Abdurachman Saleh, Marsekal Pertama Andi Wijaya S.Sos, menjelaskan, terbang layang, merupakan olahraga bernuansa ilmu pengetahuan dan keterampilan. Namun olahraga tersebut memiliki resiko tinggi. Keselamatan, adalah acuan utama atlet dan penyelenggara perlombaan. “Semoga olahraga ini dapat menjadikan Jember sebagai kota wisata olahraga dirgantara yang memasyarakatkan olahraga dirgantara,” pungkasnya.