Jelang O2SN, Sejumlah Siswa di Lamsel Persiapkan Diri

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pelaksanaan event Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD untuk kecamatan dan kabupaten di Lampung Selatan (Lamsel) akan diselenggarakan bulan Februari tahun depan.

Sukri (55), guru bidang studi pendidikan jasmani, kesehatan dan olahraga, SDN 1 Pasuruan, Kecamatan Penengahan, menyebut, persiapan bagi siswa telah dilakukan untuk sejumlah cabang olahraga (cabor).  Cabor yang akan dipertandingkan dalam O2SN meliputi renang, bulutangkis, karate, atletik, dan, pencak silat.

Sukri menyebut, ada dua cabor yang sementara ditiadakan pada O2SN mendatang, di antaranya cabor bola voli dan catur. Salah satu kendala yang dihadapi oleh sekolah khususnya SDN 1 Pasuruan, disebut Sukri, minimnya fasilitas sarana latihan untuk sejumlah cabang olahraga tertentu.

Selama ini sarana latihan cabor bulutangkis, para siswa sudah dipersiapkan berlatih di gedung serba guna (GSG) Raden Intan bersama sejumlah tim yang rutin melakukan latihan. Fasilitas lapangan juga dimiliki oleh sekolah sehingga siswa bisa berlatih di luar jam pelajaran.

Sukriadi, guru bidang studi pendidikan jasmani, kesehatan dan olahraga SDN 1 Pasuruan,Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Proses latihan cabor karate, Sukri menyebut, keberadaan dojo atau tempat latihan di bawah Bandung Karate Club (BKC) ikut mendukung siswa SDN 1 Pasuruan berlatih. Sukri menyebut, keberadaan dojo tersebut telah ikut membantu siswa berlatih di luar jam pelajaran sesuai dengan minat serta bakat siswa. Selanjutnya para siswa bisa mewakili sekolah dalam cabor karate sehingga pihak sekolah berkoordinasi dengan pelatih agar bisa melakukan latihan lebih intensif.

“Kendala kami hanya pada cabor renang yang tetap wajib harus diikuti, namun fasilitas kolam renang masih mengandalkan kolam di kecamatan Kalianda serta Bakauheni, meski lokasinya jauh,” terang Sukri, guru bidang studi pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, SDN 1 Pasuruan saat ditemui Cendana News, Jumat (19/10/2018).

Keberadaan kolam renang yang cukup jauh, sebagian berada di luar Kecamatan Penengahan membuat pihak sekolah berkreasi memanfaatkan fasilitas latihan. Sukri menyebut pernah memanfaatkan fasilitas kolam renang di Saung Kuring Kalianda, kolam renang Puri Indah Bakauheni bahkan pernah memanfaatkan fasilitas bendungan Way Asahan serta sungai yang aman.

Pada tahun sebelumnya, salah satu siswa bernama Fadil berhasil menjadi juara pertama 02SN kabupaten meski rutin berlatih di sungai.

Sukri menyebut, keterbatasan fasilitas latihan untuk cabor tertentu tidak menyurutkan persiapan sekolah untuk event O2SN tingkat SD tersebut. Sejumlah siswa yang terpilih untuk mewakili sekolah bahkan mendapat dukungan dari orangtua dengan melakukan latihan rutin.

Keberadaan dojo untuk latihan karate, gedung olahraga untuk bulutangkis dimanfaatkan secara maksimal, melatih teknik dasar hingga sparing partner layaknya pertandingan resmi agar siswa lebih siap saat berhadapan dengan sekolah lain.

“Minimnya fasilitas juga sudah dibahas oleh para guru olahraga serta KONI Lamsel agar bisa dicarikan solusi termasuk kerjasama dengan pemilik kolam renang,” beber Sukri.

Sukri juga menyebut, sejumlah pemilik kolam renang yang disewakan juga telah melakukan upaya perluasan fasilitas kolam. Selain itu bekerjasama dengan pihak sekolah para siswa yang berlatih renang akan diberi kemudahan termasuk keringanan biaya untuk menggunakan kolam renang.

Biaya lebih murah saat menggunakan fasilitas kolam renang bahkan dilakukan dengan sistem langganan agar tidak memberatkan siswa yang berlatih.

Kadiran (67) pemilik sekaligus pengelola kolam renang Puri Indah, Bakauheni, menyebut memiliki fasilitas kolam renang dengan panjang 25 meter dan lebar 12 meter. Kolam renang tersebut diakuinya kerap dipergunakan siswa sekolah untuk berlatih teknik dasar renang didampingi oleh guru olahraga.

Keberadaan kolam renang tersebut bahkan telah dimanfaatkan oleh lebih dari 10 sekolah yang ada di Bakauheni untuk latihan setiap Jumat, Sabtu dan Minggu.

“Selain dipergunakan oleh siswa sekolah, warga umum juga memanfaatkan kolam renang Puri Indah untuk menyalurkan bakat,” terang Kadiran.

Kolam dengan kedalaman cukup aman untuk anak-anak disebut Kadiran juga dilengkapi fasilitas bermain untuk anak-anak yang belum bisa berenang dengan pengawasan dari orangtua.

Keberadaan kolam renang tersebut diakui Kadiran cukup membantu sejumlah sekolah yang selama ini tidak memiliki fasilitas kolam renang. Sementara cabor renang dipertandingkan dalam O2SN. Kerjasama dengan sekolah bahkan dilakukan dengan sistem langganan cukup membayar Rp8.000 per siswa meski untuk umum Rp10.000 per orang.

Kadiran menyebut, fasilitas kolam renang Puri Indah cukup mendukung keberadaan pelabuhan Bakauheni. Pasalnya, sejumlah kru kapal atau anak buah kapal harus memiliki keahlian berenang.

Sebagian warga di wilayah tersebut sejak dini sudah kerap berlatih renang termasuk siswa sekolah yang berniat menjadi anggota TNI serta Polri dengan kemampuan berenang menjadi salah satu syarat.

Fokus utama penyediaan kolam renang diakuinya untuk memfasilitasi sejumlah sekolah yang akan melatih siswa untuk kegiatan O2SN, khusus cabor renang.

Lihat juga...