Gianyar Luncurkan Angkutan Umum Siswa, Gratis

Editor: Koko Triarko

GIANYAR – Angkutan Siswa Trans Gianyar secara resmi diluncurkan Pemkab Gianyar, Jumat (19/10/2018). Angkutan khusus antar jemput siswa  secara gratis ini, diharapkan mengurangi beban orang tua siswa serta risiko kecelakaan bagi siswa yang menggunakan sepeda motor.
Sekretaris Dinas Perhubungan Gianyar, Made Rai Ridharta, mengatakan, sebanyak  75 unit angkutan siswa trans mulai dioperasikan, dan semuanya milik masyarakat Gianyar, dan tiga unit shuttle bus  untuk pelayanan di Ubud, sumbangan dari BNI dan BPD.
“Kita revitalisasi angkutan milik masyarakat Gianyar dan memberdayakan angkutan umum yang selama ini kesulitan mendapatkan penumpang, untuk memberikan pelayanan kepada siswa,” terang Rai Ridharta, ketika ditemui usai acara peluncuran bertempat di lapangan Astina Gianyar, Jumat (19/10/2018) sore.
Sekretaris Dinas Perhubungan Gianyar, Made Rai Ridharta. -Foto: Sultan Anshori
Kendaraan  siswa ini terlebih dahulu dilakukan seleksi dan pengujian, sehingga dipastikan layak  memberikan pelayanan kepada siswa.
Angkutan siswa berjumlah 75 unit ini untuk sementara melayani dua kecamatan, yakni Blahbatuh dan Gianyar, yang dibagi  dalam delapan trayek atau rute.
Di luar trip tersebut atau waktu kosong, angkutan diperbolehkan mengangkut muatan umum, dan hasilnya untuk sopir. Angkutan siswa trans juga dilengkapi striker trayek  di kaca depan dan belakang yang berisi tulisan: ‘Aman untuk Anak, sehingga memudahkan siswa mengenal angkutan siswa,” katanya lagi.
Sebelumnya, imbuh Rai Ridharta, Pemkab Gianyar sudah meluncurkan tujuh bus siswa. Setiap kecamatan dilayani satu bus, namun jumlah siswa yang bisa terlayani hanya tujuh persen dari perkiraan 10.000 lebih siswa di Gianyar. Sementara Angkutan Siswa Trans ini sudah dilakukan ujicoba sejak 6 Oktober 2018.
“Nah, dengan penambahan lagi 75 unit ini, maka akan bisa melayani siswa sebanyak 15 persen, dan untuk tahun depan kami akan menambah lagi 45 uni,t sehingga pelayanan mencapai 20 persen,” terang Rai Ridharta.
Diterangkan, Angkutan Siswa Trans ini dilakukan dengan sistem pola pembelian layanan. Pemkab Gianyar membeli layanan dari sopir angkutan berdasarkan kilometer, yang pengawasannya dilakukan Dinas Perhubungan dan beserta tim.
“Sementara, siswa gratis naik angkutan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Mahayastra, dalam sambutannya, mengatakan, peluncuran angkutan siswa trans sebagai upaya memberdayakan angkutan umum dan  siswa mendapat pelayanan transportasi ke sekolah dan pulang ke rumah.
Selain itu, tentunya mengurangi beban orang tua terkait biaya transportasi, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.
“Terpenting juga, siswa yang sebelumnya menggunakan sepeda motor sendiri, bisa beralih memanfaatkan layanan angkutan ini, sehingga mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” ucap Mahayastra.
Keberadaan shuttle bus sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya dari Pemkab Gianyar menata lalu lintas. Yaitu, kebijakan larangan parkir di badan jalan pada beberapa ruas jalan di kawasan pariwisata Ubud.
Peran serta pihak swasta sangat diharapkan, baik melalui pola CSR maupun dengan bentuk-bentuk lainnya.
Lihat juga...