Gempa Haiti, Korban Jiwa Bertambah Menjadi 15 Orang

Ilustrasi - Dok: CDN

PORT AU PRINCE – Gempa yang mengguncang Haiti, pada Sabtu (6/10/2018), telah menewaskan 15 orang warga setempat. Gempa juga mencederai 300 orang lainnya, serta menghancurkan 40 rumah.

Jerry Chandler, Kepala Badan Perlindungan Sipil Haiti mengungkapkan, gempa berkekuatan 5,9 Skala Richter (SR), mengguncang wilayah utara pada Sabtu (6/10/2018) malam, hingga menimbulkan kepanikan pada warga di wilayah itu. Gempa tersebut, menjadi yang terkuat menggetarkan Haiti, sejak gempa berskala 7,0 SR menghantam ibu kota negara Haiti, Port au Prince, pada 2010 dan menewaskan puluhan ribu warga.

Gempa susulan berkekuatan 5,2 SR pada Minggu sore, membuat para warga berhamburan ke jalanan di Port-de-Paix, kota pesisir yang terdampak langsung gempa tersebut. Pusat gempa di kedalaman 11,7 kilometer. “Empat orang tewas di sekitar kota Gros-Morne di selatan, termasuk seorang perempuan yang meninggal karena serangan jantung setelah gempa,” kata pihak berwenang setempat.

Satu warga di kota Chansolme tewas, ketika sebuah rumah rubuh. Sementara satu lainnya tewas di Saint-Louis-du-Nord. Relawan tim penyelamat berpencar untuk membantu para warga, yang banyak di antaranya masih mengalami trauma akibat gempa 2010. Port-de-Paix, Gros-Morne dan kota Chansolme serta pulau Tortuga di utara, merupakan daerah yang terdampak paling parah oleh gempa tersebut. “Getaran dirasakan di seluruh negeri dan menimbulkan kepanikan di beberapa kota,” kata , kata Badan Perlindungan Sipil Haiti.

Presiden Jovenel Moise mengimbau, rakyatnya untuk tetap tenang. Ia mengklaim telah memerintahkan semua sumber daya yang dimiliki, untuk membantu upaya pemulihan. Pada Minggu (7/10/2018) pagi, Moise berada dalam perjalanan ke Port-de-Paix dan Gros-Morne. (Ant)

Lihat juga...